logo alinea.id logo alinea.id

Kejanggalan debat kedua pilpres versi BPN

Menurut Habiburokhman, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kerap dirugikan saat debat kedua pilpres. 

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 20 Feb 2019 14:50 WIB
Kejanggalan debat kedua pilpres versi BPN

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Habiburokhman, merasa ada kejanggalan dalam debat kedua pilpres yang berlangsung pada Minggu (17/2) di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam debat tersebut, menurut Habiburokhman, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kerap dirugikan. 

Habiburokhman menjelaskan, kerugian yang diterima Prabowo ketika debat berlangsung yakni terkait pernyataan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, yang disebutnya menyerang pribadi Prabowo ketika berdebat soal penguasaan lahan. 

Selain itu, ada juga hal lain di antaranya jumlah pendukung petahana yang dirasa sangat mendominasi ruangan debat, speaker Prabowo yang terdengar sangat kecil dan sorotan kamera yang dirasa BPN lebih banyak ke Joko Widodo.

“Jadi, kami merasa ada kejanggalan ketika speaker Prabowo kecil suaranya. Kemudian, kamera yang hanya ada di sisi sebelah hanya bisa mengcover pendukung Pak Jokowi. Kita gak ke cover. Yang ketiga saya merasa jumlah pendukung Jokowi lebih banyak dari pada kami,” kata Habiburokhman di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (20/2).

Dari beberapa kejanggalan tersebut, Habiburokhman mengatakan, pihaknya sempat berpikir ingin protes kepada KPU. Namun, urung dilakukan karena takut mengganggu jalannya debat kedua pilpres tersebut. Tapi setelah melihat pernyataan Jokowi soal tanah yang dikuasai Prabowo di Aceh dan Kalimantan Selatan, pihaknya tak lagi bisa tinggal diam.

“Kami pun akhirnya terpaksa protes ke KPU dan Bawaslu. Jadi bukan soal pernyataan yang bersifat  pribadi saja soal tanah, tapi ada yang lainnya," kata Habiburokhman.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat debat berlangsung sempat kondisinya sangat ricuh sekali, sehingga KPU dan Bawaslu memutuskan tidak memberikan sikap atas kubu Jokowi. Kemudian mempersilahkan BPN untuk melaporkan hal itu ke KPU dan Bawaslu pada keesokan harinya.

"Si Ilham itu anggota KPU mengatakan dari pada menggangu jalannya debat, besok dilaporkan saja ke KPU dan Bawaslu. Langsung saya bilang setuju pada saat itu juga," ujarnya.

Sponsored

Dengan adanya kejanggalan tersebut, Habiburokhman merasa BPN sangat dikerjai oleh TKN, lantaran pertarungan terkesan tak seimbang karena adanya peraturan yang kurang ditaati oleh kubu Jokowi.

"Kami merasa dikerjain betul malam itu, menurut saya debatnya jadi tak menarik, atas kejadian ini kami akan terus memberikan masukan ke Bawaslu," kata Habiburokhman.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB