sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Komitmen paslon soal rokok dipertanyakan

Negara tidak boleh mengandalkan pemasukan negara dari sektor industri yang tidak sehat, salah satunya dari industri rokok.

Armidis
Armidis Sabtu, 09 Mar 2019 13:12 WIB
Komitmen paslon soal rokok dipertanyakan

Debat calon wakil presiden (cawapres) akan berlangsung pada 17 Maret mendatang. Salah satu tema debat adalah kesehatan. Nah, tembakau menjadi salah satu sorotan selain karena bersinggungan dengan kesehatan namun juga menjadi sumber ekonomi. 

Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Syariah Universitas Indonesia Abdillah Ahsan menilai, kedua pasangan calon presiden punya sikap yang sama soal peredaran tembakau.

Dia membeberkan, komitmen kedua pasangan calon tidak eksplisit dalam visi-misinya. Ada kegamangan keduanya berhadapan dengan industri rokok.

"Tidak ada pengendalian rokok kedua pasangan calon ," kata Abdillah pada Sabtu (9/3).

Abdillah mengatakan, negara tidak boleh mengandalkan pemasukan negara dari sektor industri yang tidak sehat, salah satunya dari industri rokok. Menurut dia, pemerintah perlu mencari pemasukan alternatif sehingga tidak tersandera oleh pemasukan cukai rokok.

Sebenarnya, imbuh Abdillah, negara punya sektor lain yang belum maksimal digarap menjadi penerimaan negara. Namun, pemerintah belum melakukan.

Lebih jauh dia menekankan, wujud investasi SDM yang dilakukan mesti mempertimbangkan aspek kesehatan. Karena itu, upaya memperkuat SDM itu juga ditopang oleh pemasukan negara yang tidak merusak generasi.

"Investasi SDM. Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh industri yang sehat," ucap Abdillah.

Sponsored

Sementara itu, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasbullah Thabrany, sepakat untuk melepaskan ketergantungan dari cukai rokok. Pihaknya membuat rancangan bagaimana negara harus mengejar pemasukan dari sektor selain industri rokok.

"Kami sudah bikin kajiannya. Ada cukai produk bergula tinggi. Nanti itu bagaimana cukai dari BBM, jadi dia tidak disubsidi lagi," kata dia.

Hasbullah menambahkan, negara sama sekali tidak menggantungkan pemasukan dari sektor tembakau atau industri rokok.

"Tidak lah. Itu kecil sekali. Negara tidak mengandalkan pemasukan negara dari cukai rokok," ujarnya.

Hermawan Syahputra dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengungkapkan cara fundamental untuk mengendalikan tembakau.

Dia menegaskan, BPN melihat persoalan dari hulunya. Yang membuatnya sulit dikendalikan karena faktor budaya masyarakat yang masih menggantung hidupnya dari industri tembakau. Karena itu, petani mesti dibuat alternatif penghasilan sehingga tidak mengandalkan industri tembakau.
 

Berita Lainnya