sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Konvensi capres NasDem: Tak cukup hanya bermodalkan elektabilitas

Indonesia diharapkan meniru Ukraina dengan menggelar konvensi dalam memilih calon presiden.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 15 Jun 2021 15:38 WIB
Konvensi capres NasDem: Tak cukup hanya bermodalkan elektabilitas

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, mengatakan partainya menggelar konvensi untuk menjaring tokoh-tokoh yang berpotensi diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun, calon yang bakal terpilih dipastikan tak sekadar mengandalkan elektabilitas melainkan integritas dan kapabilitas.

"Kita tidak memiliki instrumen menyajikan kepada publik dua peluang, yaitu integritas dan kapabilitas. Nah, apa peluangnya itu? Peluangnya itu konvensi," kata Willy Aditya dalam webinar, Selasa (15/6).

Dia mengklaim, hal ini dilakukan dengan dalih demokrasi tidak bergantung jargon "orang baik dan kehendak baik (good man, good will). Namun, harus ada instrumen baru untuk melembagakan demokrasi, terutama dalam perhelatan pilpres.

"Jadi, kita berhenti dalam ranah good man, good will, tapi kita harus pada pelembagaan demokrasi, termasuk konvensi. Itu adalah proses pelembagaan demokrasi yang seyogianya menjadi instrumen di semua partai," tutur Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR ini.

Untuk pelembagaan demokrasi, menurut Willy, Indonesia seharusnya belajar dari Ukraina. Negara yang baru lepas dari Rusia tersebut dinilai sukses menjadikan konvensi sebagai wadah untuk mendapatkan kandidat terbaik sebagai calon presiden (capres).

Dalam menggelar pilpres di Ukraina, sambungnya, terdapat seorang tokoh pro Rusia. Untuk menguji ketokohannya, kandidat tersebut diseleksi melalui konvensi. Hasilnya, dia tak memenuhi persyaratan menjadi capres.

"Ukraina baru menjadi negara demokrasi, tapi ada sebuah instrumen di mana tokoh-tokohnya diseleksi secara demokratis," jelasnya.

Kendati demikian, Willy mengatakan, konvensi belum bisa diterapkan di semua partai politik. Meski sempat diusulkan dalam revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu), tetapi usulan itu belum bisa terealisasi hingga sekarang. Alhasil, hanya dilakukan NasDem.

Sponsored

"Niat baik NasDem baru separuh jalan karena kami belum bisa mengusung sendiri. Kalau NasDem menggelar konvensi sendiri, itu pepesan kosong," tandasnya.

Rencana konvensi capres NasDem ini pertama kali diumumkan ketua umumnya, Surya Paloh, dalam acara ke-9 partai pada November 2020. Kala itu, dia menjelaskan, konvensi capres 2024 dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi anak bangsa di luar partai politik yang memiliki kapasitas dan kualitas untuk memimpin.

Selain itu, NasDem diharapkan menjadi partai inklusif melalui konvensi tersebut. Sekalipun konvensi belum dimulai, tetapi sejumlah figur didorong untuk berpartisipasi, seperti Gubernur Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Gubernur Jabar, Ridwan Kamil; Menteri BUMN, Erick Thohir; hingga Menparekraf, Sandiaga Uno.

Berita Lainnya