sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Lewat pemilu, KPU: Demokrasi Indonesia terbuka dan transparan

Sistem penghitungan suara jadi yang paling banyak dilihat oleh negara lain.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 18 Apr 2019 00:08 WIB
Lewat pemilu, KPU: Demokrasi Indonesia terbuka dan transparan

Beberapa delegasi independen dari dalam dan luar negeri turut memantau proses pemungutan suara di Indonesia yang berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Partisipasi para pemantau ini merupakan bagian dari Election Visit Program yang diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua KPU, Arief Budiman, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya penyelenggara pemilu untuk menunjukkan kondisi demokrasi Indonesia yang terbuka dan transparan.

"Jadi, EVP kami dibagi dalam enam kelompok yang mengunjungi beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Nanti diharapkan bisa jadi contoh yang baik dari pemilu Indonesia, sehingga bisa dipraktikkan di negara lain," kata Arief di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4). 

Menurut data KPU per tanggal 4 April 2019, sebanyak 197orang terkonfirmasi hadir dalam EVP 2019. Beberapa perwakilan dari kedutaan besar yang hadir di antaranya Pakistan, Malaysia, Singapore, Jerman, Amerika Serikat, Sri Lanka, Kanada, Zimbabwe, Rusia, Italia, dan lainnya.

Adapun election management body atau badan pengelola pemilu yang hadir antara lain Election Commisdion of Malaysia (SPR), National Commission of Timor-Leste (CNE), Election Commission of Sri Lanka, dan sebagainya.

"Kami ingin tunjukkan semua orang bisa melihat, bisa akses. Bukan hanya mengakses di TPS, bahkan dari rumah bisa tahu siapa pemilih, siapa peserta pemilu, bagaimana profilnya. Mereka juga bisa mengakses proses penghitungannya, seperti apa rekapnya," ujar Arif.

Menurut Arief, praktik demokrasi yang diterapkan di Indonesia saat ini juga diadopsi oleh negara lain. Misalnya dalam hal sistem penghitungan yang diterapkan KPU pada Pemilu 2019.

"Sistem penghitungan jadi yang paling banyak dilihat negara lain, yaitu KPU mempublikasikan hasil pemilu dari setiap TPS. Ternyata hal itu sangat menarik bagi mereka. Kalau proses yang lain-lain banyak negara melakukan hal yang sama," katanya.

Sponsored

KPU menggunakan system penghitungan menggunakan sistem informasi berbasis teknologi yang memungkinkan publik mengetahui hasil penghitungan suara di tiap TPS. Hasil yang dipublikasi lewat sistem tersebutmerupakan hasil terkini dari data formulir C-1 yang diunggah dari tiap kabupaten atau kota.

Jurnalis senior media Mesir Al Ahram, Ahmed Mahmoud Mohamed menyebut bahwa keikutsertaan pemilih dengan disabilitas mental menjadi satu poin penting dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

"Saya sangat terkesan, saya rasa seluruh dunia mempunyai permasalahan yang sama, tetapi ini pertama kalinya saya melihat sebuah negara mempunyai solusi yang baik," kata Ahmed.

Solusi tersebut tercermin dari keseriusan negara dalam mengumpulkan orang-orang dengan disabilitas mental dan memulihkan mereka hingga siap memberikan suara untuk menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, sistem pemilu yang inklusif tersebut patut dicontoh oleh negara-negara lain di dunia.