logo alinea.id logo alinea.id

KPU didesak revisi jadwal debat terakhir 

KPU perlu memberikan ruang bagi publik untuk mencerna visi misi para kandidat.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 14 Mar 2019 20:56 WIB
KPU didesak revisi jadwal debat terakhir 

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merevisi jadwal debat kelima Pilpres 2019. Menurut Indria, jadwal debat sebaiknya dimajukan demi efektivitas. 

"KPU mesti merevisi jadwal debat capres bila ingin menyelenggarakannya sebanyak lima kali. Jadwal debat terakhir sebaiknya dimajukan sebelum 13 April," kata Indria Samego di Jakarta, Kamis (14/3). 

Debat terakhir bakal kembali mempertemukan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Debat yang rencananya dihelat sehari sebelum masa tenang itu membahas isu ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan serta industri.

Menurut Indria, salah satu tujuan dari debat ialah untuk mendekatkan hubungan emosional dan profesional antara calon pemimpin dengan rakyat. Karena itu, seharusnya jadwal debat disusun sedemikian rupa dan tidak sekadar memenuhi prosedur.

"Agar aspek fungsi dan efektivitasnya tercapai. Oleh karena itu, debat terakhir nanti seharusnya dimajukan demi mencapai tujuan-tujuan dan efektivitas debat tersebut," ujarnya.

Desakan serupa sebelumnya disampaikan pengamat politik AS Hikam. Ia  meminta KPU memajukan jadwal debat minimum sepekan sebelum pemungutan suara. Perubahan jadwal debat diperlukan agar rakyat lebih leluasa menilai visi dan misi para calon. 

Rakyat, menurut dia, perlu diberi waktu untuk mencerna dan mendalami program-program para kandidat. Penyelenggara pemilu juga harus memberi ruang bagi rakyat mengikuti pandangan-pandangan yang muncul dari media dan media sosial mengenai isi perdebatan.

"Jika debat terlalu dekat dengan hari pencoblosan, sulit untuk menghindarkan kesan bahwa debat hanya semacam formalitas dan bukan hal yang esensial dalam rangkaian pilpres," ucap Hikam.

Sponsored

Menanggapi desakan perubahan jadwal debat, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menegaskan KPU tidak akan mengubah jadwal debat. "Tak bisa (diubah). Itu sudah diputuskan bersama lewat mekanisme pengundian antara TKN (Tim Kampanye Nasiona) 01 dan BPN (Badan Pemenangan Nasional) 02," ujarnya. (Ant)