logo alinea.id logo alinea.id

KPU imbau pendukung paslon 02 sampaikan aspirasi tanpa provokasi

Penyampaian pesan berkeadilan yang tidak menimbulkan kesan provokatif dan kekerasan dapat dilakukan dengan cara kreatif.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 22 Mei 2019 13:43 WIB
KPU imbau pendukung paslon 02 sampaikan aspirasi tanpa provokasi

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Aziz, berharap aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dapat berjalan damai. Dalam menyampaikan aspirasinya, dia mengimbau agar peserta aksi menyuarakan aspirasinya dengan cara yang kreatif dan tidak provokatif.

"Sebagai negara demokrasi, hak warga negara mengekspresikan pendapat di muka umum. Itu kami sangat menghormati. Namun demikian, kami mengimbau proses tersebut dilakukan dalam kerangka damai. Kemudian agar lebih mengedepankan aspek-aspek kreatif dalam berunjuk rasa tanpa bermuara pada bentuk aksi kekerasan," kata Viryan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Menurut Viryan, penyampaian pesan berkeadilan yang tidak menimbulkan kesan provokatif dan kekerasan dapat dilakukan dengan cara kreatif. Dengan begitu, dapat menimbulkan simpati dari masyarakat untuk ikut menegakkan keadilan dalam berdemokrasi.

"Jadi, berkreasi dalam aksi-aksi demonstrasi itu. Bisa saja untuk meraih simpati masyarakat atau untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada kami. Substansinya adalah yang dinginkan oleh masyarakat yang berunjuk rasa itu kan keadilan dalam pemilu," ujar Viryan.

Sponsored

Lebih lanjut, Viryan juga mengingatkan kepada seluruh pihak termasuk peserta pemilu untuk menerapkan asa hukum dalam menegakkan keadilan terkait pelaksanaan tahapan pemilu. Menurutnya, jika salah satu pihak merasa keberatan, maka bisa diselesaikan melalui sarana yang telah disediakan dan diakui oleh konstitusi hukum yang sah.

"Jadi, mendapatkan keadilan dalam pemilu atau keadilan dalam demokrasi itu tidak akan selesai lewat aksi-aksi jalanan. Hanya bisa selesai melalui mekanisme hukum dan itu ada di MK," ujar Viyan.

Seperti diketahui, aksi ujuk rasa yang bernamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) diinisiator oleh Purnawirawan TNI-Polri pendukung Prabowo-Sandi. Mereka berencana akan melakukan unjuk rasa di depan Kantor KPU RI dan Bawaslu RI.