logo alinea.id logo alinea.id

KPU tolak revisi visi misi Prabowo-Sandi

KPU sudah menerima visi misi terbaru Prabowo-Sandi sejak 9 Januari.

Robi Ardianto Ayu mumpuni
Robi Ardianto | Ayu mumpuni Jumat, 11 Jan 2019 13:43 WIB
KPU tolak revisi visi misi Prabowo-Sandi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menolak revisi visi misi pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi). Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, KPU tidak boleh menerima dokumen visi misi selain yang disetor oleh paslon pada saat pendaftaran. 

"Kita sudah jelaskan ke mereka bahwa visi misi itu kan bagian dari dokumen yang diserahkan pada pendaftaran. KPU kan dilarang menerima dokumen di luar masa pendaftaran," ujar Arief di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Arief menyatakan, pihaknya telah menerima dokumen visi misi terbaru dari tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada 9 Januari 2019 lalu. "Visi dan misi akan tetap pada tatanan sebelumnya, yaitu yang diserahkan pada saat pendaftaran capres-cawapres. Pembaharuan visi dan misi yang merupakan dokumen pendaftaran pun tidak diperbolehkan," tegasnya. 

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan, KPU telah memberikan tenggat waktu untuk memperbaiki sejumlah dokumen pendaftaran, termasuk di antaranya dokumen visi dan misi. Karena itu, perubahan dokumen tidak lagi diperbolehkan.

"Pada prinsipnya tahap itu sudah terlewati. Dokumennya sudah tidak bisa diubah. Tetapi apabila paslon akan mengomunikasikan kepada masyarakat tentang gagasan pemikiran dan konsep yang belum tercantum dalam dokumen visi misi program yang sudah diserahkan kepada KPU, itu menjadi hak paslon," tuturnya. 

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, revisi visi misi hanya untuk kepentingan estetika semata. Tak ada perubahan signifikan dalam substansi. 

Namun, hal itu dibantah juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf TB Ace Hasan Syadzily. Menurut Ace, BPN merombak total visi misi Prabowo-Sandi. Dari 238 program aksi, hanya 19 atau sekitar 7,98% yang sama persis dengan visi misi lama. 

"Perubahan visi misi Prabowo-Sandi sangat signifikan. Bukan sekedar revisi atau semata polesan gincu untuk eye catching seperti yang disampaikan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi," katanya.

Sponsored