logo alinea.id logo alinea.id

Kubu Prabowo-Sandi diminta tak asal kutip pendapat pakar

Dalam permohonannya, Tim Hukum Prabowo-Sandi menyertakan pendapat 16 pakar dan akademikus.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 13 Jun 2019 20:56 WIB
Kubu Prabowo-Sandi diminta tak asal kutip pendapat pakar


Argumentasi hukum dalam permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi bertabur kutipan dari 16 ahli atau akademikus. Salah satunya ialah kutipan dari pakar tata negara Bvitri Susanti. 

Pernyataan Bvitri itu dikutip dari kolom opini harian Kompas yang diterbitkan tahun 2014. Dalam permohonan tersebut, kuasa hukum Prabowo-Sandi menggunakan pernyataann Bvitri untuk mengkritik MK yang langka mengabulkan gugatan PHPU dengan dugaan kecurangan berkategori terstruktur, sistematis dan masif (TSM). 

Meskipun mempersilakan kubu Prabowo-Sandi menggunakan pernyataannya sebagai amunisi di sidang MK, Bvitri mengatakan, pendapatnya itu tidak tepat dikutip pada konteks Pilpres 2019. 

"Saya sih tidak keberatan. Tapi, ya, itu beda konteks karena (opini) itu pendapat saya untuk merespons Pemilu 2014. Pendapat (pakar hukum tata negara) Feri Amsari, saya lihat juga konteksnya beda," kata Bivitri di Kantor Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jakarta Timur, Kamis (13/6).

Asalkan mencantumkan referensi yang jelas, Bvitri mengatakan, sah-sah saja mengutip pendapatnya. Sayangnya, opini Bivitri tidak diulas secara komprehensif oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam permohonan mereka. 

"Padahal, di sana saya juga menulis bukannya mustahil (MK mengabulkan permohonan sengketa TSM) karena sudah pernah sejarahnya di 2010 di Kota Waringin Barat. Tapi, waktu itu saya bilang susah mendalilkannya di MK. Sayang, sedikit sekali yang dikutip," papar Bivitri.

Hal senada disampaikan oleh Ketua KoDe Inisiatif Veri Junaidi. Veri mengaku tak mempermasalahkan pendapatnya dalam buku 'Mahkamah Konstitusi Bukan Mahkamah Kalkulator' dinukil oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi. 

Namun demikian, Veri berharap kubu Prabowo-Sandi turut menyertakan bukti-bukti yang mencukupi untuk mendukung pernyataan-pernyataan para pakar yang mereka kutip di sidang nanti. 

Sponsored

“Kubu 02 harus membuktikan dalilnya yang menyatakan unggul dari paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Misalnya dokumen C1 yang dijadikan bukti harus dapat membuktikan adanya selisih suara secara konkret,” ungkap Veri.

Dikatakan Veri, hal itu belum terlihat dilakukan pasangan Prabowo-Sandi. "Mereka masih belum membuktikan secara konkret, misalnya dari mana mereka mendapatkan selisih C1 berbeda versi mereka. Inilah yang seharusnya menjadi informasi parsial dalam persidangan nanti," ujar dia.