sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mendagri: Pilkada ajang adu gagasan calon kepala daerah tangani Covid

Pilkada merupakan momentum emas untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

Hermansah
Hermansah Jumat, 31 Jul 2020 20:03 WIB
Mendagri: Pilkada ajang adu gagasan calon kepala daerah tangani Covid
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebutkan, telah menjadikan isu pandemi sebagai isu sentral dalam rangka pilkada. Baik dalam rangka menjaga protokol kesehatan untuk penyelenggara, pengaman, pengawas dan pemilih. 

"Tetapi yang lebih utama lagi adalah untuk mendorong atau menjadikan momentum. Setelah pilkada tidak akan ada lagi momentum sebaik ini memacu mesin daerah, untuk mengendalikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan," tuturnya seperti dilansir kemendagri.go.id, Jumat (31/7).

Dia menegaskan, menanggulangi wabah Covid-19 bukan merupakan pekerjaan pusat saja. Tetapi kerja bersama. Sebab, jika pusat saja yang all out, itu artinya baru menggerakan 50% mesin pemerintahan. Sementara di era otonomi, sebagian kewenangan ada di tangan daerah.

"Nah 270 daerah akan pilkada. Pilkada itu adalah pertarungan hidup mati untuk kekuasaan di daerah. Kami giring isunya menjadi pertarungan sehat, kontestasi sehat, adu gagasan, adu berbuat untuk menangani Covid-19. Apa gagasan para calon bupati atau wali kota atau gubernur untuk menangani Covid-19 di daerahnya dan dampak sosial ekonominya? Pilih mereka yang punya gagasan yang baik. Pilih mereka yang bisa mengendalikan. Kalau seadainya yang tidak bisa mengendalikan dan tidak punya gagasan, tidak punya konsep segala macam kasihan rakyatnya nanti. Berantakan nanti, Covid ada di mana-mana. Tetapi yang punya konsep, punya keseriusan, punya kesungguhan itu yang terbaik, maka pilihlah," kata Mendagri panjang lebar.

Sponsored

Jadi, kata Tito, pilkada merupakan momentum emas untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Ini kesempatan rakyat untuk memilih mereka yang benar-benar mempunyai gagasan, benar-benar yang berbuat untuk mengatasi Covid dan dampaknya.

Berita Lainnya