sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Motif hacker meretas situs KPU

KPU akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap peretasan ke situs KPU.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 13 Mar 2019 16:41 WIB
Motif hacker meretas situs KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan menjelang perhelatan pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang, serangan terhadap situs KPU semakin marak dilakukan oleh hacker atau peretas. Menurut Komisioner KPU, Viryan Aziz, ada beberapa motif yang menjadi alasan para hacker tersebut meretas situs KPU.

“Ada beberapa kelompok hacker yang melakukan peretasan. Pertama, karena mereka hanya sekadar ingin tahu. Kedua, ada yang kesal. Terakhir, karena ada motif lain,” kata Viryan di Jakarta pada Rabu, (13/3).

Viryan berharap masyarakat Indonesia tidak melakukan peretasan terhadap situs KPU. Pasalnya, mereka yang meretas situs KPU sudah ada yang ditangkap oleh tim Cyber Crime Mabes Polri. Ia pun mengaku pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan kepolisian terkait serangan siber tersebut.

“Setiap ada serangan kami selalu koordinasi dengan Mabes Polri, dalam hal ini cyber crime. Kami harapkan mereka bisa mengungkapnya. Jika terbukti, agar orang tersebut bisa ditangkap,” ujar Viryan Aziz.

Viryan menambahkan, pelaku peretasan yang ditangkap kepolisian itu berasal dari dalam negeri. Ketika itu, peretas tersebut mengincar sistem daftar pemilih tetap pada perhelatan pilkada serentak 2018.

“Beruntung, penyerangan itu tidak berpengaruh terhadap daftar pemilih tetap (DPT). Pelakunya pun sudah ditangkap yakni orang Indonesia,” ujar Viryan.

Untuk menanggulangi peretasan, Viryan mengatakan, pihaknya terbuka lebar melakukan komunikasi dengan berbagai pihak jika ingin melakukan dialog atau koordinasi. Itu baik dari peserta pemilu, masyarakat, atau lembaga swadaya masyarakat.

“Masukan semua pihak kami layani. Termasuk rekam jejak penyelenggaraan pemilu, itu kan bisa dilihat. Pernah tidak misalnya KPU bersikap antipati terhadap kritik dan saran atau masukan, kecuali hoaks ya," kata Viryan.

Sponsored

Viryan berharap serangan terhadap situs KPU tidak terjadi kembali pada Pemilu 2019. Apalagi pesta demokrasi lima tahunan sekali ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

"Ini pemilu sudah banyak masalah,  jangan ditambah lagi masalahnya," ucapnya.

Sementara Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan serangan yang dilancarkan melalui dunia maya itu tak hanya datang dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri. Pihaknya pun dapat mengetahui adanya serangan tersebut setelah mengetahui IP address pihak yang melakukan penyerangan. 

Sayang, Arief enggan membeberkan lebih lanjut soal asal negara yang melakukan penyerangan terhadap situs KPU. Pasalnya, kata dia, pihaknya belum bisa menangkap orang yang bertanggung jawab atas adanya serangan siber tersebut. 

"Kecuali jika kami sudah menangkapnya, baru boleh disebut,” ujar Arief.

Berita Lainnya