logo alinea.id logo alinea.id

PAN disebut minta jatah jabatan ke Jokowi

PAN membuka peluang pindah ke gerbong Jokowi-Ma'ruf.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Selasa, 30 Apr 2019 17:29 WIB
PAN disebut minta jatah jabatan ke Jokowi

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengapresiasi pernyataan-pernyataan 'pro-Jokowi' yang dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. Menurut Karding, Bara sedang berupaya menurunkan tensi politik.

"Langkah yang dilakukan Bara Hasibuan juga dapat dilihat sebagai upaya menyelamatkan institusi PAN dalam peta politik nasional," kata Karding kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/4).

Bara sempat mengomentari pertemuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Jokowi di sela-sela acara pelantikan Gubernur Maluku di Istana Negara, belum lama ini. Menurut Bara, pertemuan itu merupakan sinyalemen ganti koalisi. 

Lebih jauh, Karding menyebut pertemuan Jokowi-Zulkifli sebagai suatu permainan politik. Zulkifli, menurut dia, sengaja membuka komunikasi dengan Jokowi karena punya kepentingan politik yang ingin dibidik. 

"Saya mendengar informasi dari Istana bahwa ada permintaan yang disampaikan Zulkifli kepada Presiden Jokowi agar PAN mendapat bagian dari pimpinan DPR RI atau MPR RI. Itu yang saya dengar informasinya," ujar politikus PKB itu. 

Lebih jauh, Karding mengatakan, menurunkan tensi politik dan mencairkan suasana pascapemilu adalah hal wajar. "Sikap yang dilakukan Zulkifli dan Bara itu wajar. Tidak ada masalah. Membangun komunikasi itu penting untuk menjaga persatuan bangsa," katanya. 

PAN merupakan salah satu partai pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Namun demikian, Bara menegaskan, komitmen PAN terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu hanya pada pentas pilpres saja. 

Saat ini, menurut Bara, PAN menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait pemenang Pilpres 2019. "Setelah itu, kami bebas dengan otoritas penuh untuk menentukan langkah berikutnya bagi PAN. Tentu saja sesuai dengan kepentingan partai," ujar dia. (Ant)

Sponsored