sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Para artis dan pilihan politik mereka

Para artis memilih salah satu calon pasangan capres-cawapres, karena sosok dan gagasannya.

Nanda Aria Putra Robertus Rony Setiawan
Nanda Aria Putra | Robertus Rony Setiawan Jumat, 01 Feb 2019 21:21 WIB
Para artis dan pilihan politik mereka

Dua tim pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019 menggaet nama-nama tenar selebritas negeri ini, sebagai juru kampanye dan penarik publik meraih dukungan suara.

Di kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin, ada nama-nama Okky Asokawati, Nafa Urbach, Nurul Arifin, Rieke Diah Pitaloka, Sandy Nayoan, Sonny Tulung, Tina Toon, dan Tommy Kurniawan. Nama-nama itu termasuk di antara 47 influencer yang digaet tim Jokowi-Ma’ruf, yang resmi umumkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Oktober 2018 lalu.

Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno juga menggaet selebritas untuk jadi juru kampanye, di antaranya Camelia Malik, Emilia Contessa, Jamal Mirdad, Ikang Fawzi, Siti Annisa Triphapsari, Fauzi Baadila, Mulan Jameela, Sultan Djorghi, Dedi “Miing” Gumelar, dan Narji “Cagur”.

Di luar nama-nama tadi, banyak pula artis yang menjatuhkan pilihan kepada Jokowi-Ma’ruf atau Prabowo-Sandiaga. Salah satunya aktor senior Henky Solaiman.

Suka karena sosok

Henky punya kenangan manis dengan Presiden Joko Widodo. Pada 2016, dia dan sejumlah seniman diundang makan siang di Istana Negara, Jakarta. Acara itu difasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Henky lalu menyampaikan usul kepada Roy Marten, agar semua artis yang datang bisa berfoto dengan Jokowi. Sebab, Henky yang di hari itu sedang berulang tahun ke-75, ingin menunjukkan bukti kepada keluarganya, kalau dia sedang bersama presiden.

Usul tersebut terdengar seorang asisten Kepala Bekraf Triawan Munaf. Sang asisten lantas mengajukan diri untuk berfoto bersama presiden. Jokowi pun tahu ulang tahun Henky.

“Jokowi langsung mengucapkan selamat ulang tahun ke saya. Lalu, kita semua berfoto bersama,” kata Henky, saat ditemui reporter Alinea.id di sela-sela syuting sinetron Dunia Terbalik di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (2/1).

Kenangan tersebut masih segar di benak Henky. Dia pun mengatakan, akan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden April 2019 mendatang. Bukan tanpa alasan dia menjatuhkan pilihan ke Jokowi.

Henky sudah melihat keseriusan dan konsistensi Jokowi sebagai pemimpin, sejak masih menjabat Wali Kota Solo. “Dia sudah menunjukkan kesederhanaan dan kerakyatan (saat menjabat Wali Kota Solo),” kata Henky.

Menurutnya, usai jadi presiden, Jokowi juga kelihatan hasil kerjanya. Dibandingkan dengan presiden lainnya, dia menilai, Jokowi jujur dan berprestasi.

Di sisi lain, Henky pun melihat, Ma’ruf Amin sebagai pasangan “pengaman” perolehan suara Jokowi, yang kerap diserang isu-isu miring seputar sentimen agama. Meski mendukung Jokowi, Henky tak masuk dalam lingkaran partai politik apapun.

Eko Patrio menganggap Prabowo Subianto sebagai sosok yang tegas dan konsisten. (Alinea.id/Ahmad Rifwanto).

Komedian dan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio berseberangan pilihan dengan Henky. Dia mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Eko yang kini menjadi anggota DPR Komisi X mengatakan, Prabowo merupakan sosok yang punya komitmen.

Dia melihat, Prabowo yang sudah memiliki uang dan pernah mendapatkan jabatan tinggi, masih punya keinginan untuk bermanfaat bagi orang banyak.

“(Dia ingin menjadikan) bagaimana Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi, adil dan makmur,” kata calon legislatif 2019 Dapil DKI 1 Jakarta Timur itu, ketika ditemui di Ekomando Café, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).

Eko mengatakan, Prabowo sangat peduli terhadap budaya Indonesia. Dia mencontohkan ketika cabang olahraga pencak silat menjadi penyumbang medali paling banyak bagi Indonesia pada Asian Games 2018.

“Ini (meraih banyak medali di pencak silat) hasil jerih payah Pak Prabowo. Karena konsisten hidupnya. Banyak yang cuma ngomong doang nasionalisme. Tapi Pak Prabowo keren banget. Dengan tadi pencak silatnya,” kata dia.

Selain itu, Eko menilai, Prabowo pun konsisten dengan isu pertanian. Menurut Eko, Prabowo yang pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2004-2009, konsisten juga dengan pertanian. Selain itu, Prabowo juga mendirikan Asosiasi Petani Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia.

buat saya, (apa yang dilakukan) itu untuk mencapai (Indonesia) adil dan makmur. Dia bikin pelatihan, dia bikin penelitian dan sebagainya. Itu supaya makmur, supaya adil,” ujar Eko.

Sama halnya seperti Henky, gitaris grup musik Slank Mohammad Ridwan Hafiedz atau akrab disapa Ridho, mendukung Jokowi untuk menjadi presiden kembali. "Semua (paslon) pasti ada kekurangan, tapi yang terbaik pasti Jokowi," kata Ridho saat dihubungi, Jumat (2/1).

Pada Pilpres 2014 lalu, Ridho dan anggota Slank lainnya pun mendukung Jokowi sebagai presiden. Alasan Ridho memilih Jokowi, lebih personal. "Karena Jokowi teman kami (Slank) sendiri. Kami sudah kenal lama dengan Jokowi, bahkan sebelum jadi Gubernur DKI Jakarta," ujar Ridho.

Sepakat dengan gagasan

Selain Eko, aktris Marissa Haque pun memilih untuk mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Sama dengan Eko, Marissa juga politikus PAN.

Bila ditelusuri rekam jejak politiknya, Marissa mengawali karier politik saat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 2004 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Lantas, pada 7 Oktober 2007, Marissa menyeberang ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kemudian, pada 4 Oktober 2012, dia pindah ke PAN.

Istri penyanyi Ikang Fawzi itu memiliki harapan dari program yang ditawarkan pasangan calon Prabowo-Sandiaga. Marissa ikut dalam safari politik Sandiaga di sentra industri halal, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).

Dalam safari politik itu, Marissa mendengarkan pemaparan Sandiaga dan pendapat masyarakat setempat mengenai gagasan pengembangan potensi kawasan industri halal. Marissa akan memantau program pengembangan industri halal tersebut.

“Saya mendukung (gagasan menyoal industri halal), karena kawasan industri halal ini isunya bergeming (stagnan), negara tak pernah hadir, PP (peraturan pemerintah) tidak keluar juga,” ujar Marissa, yang mengaku punya ide sejalan dengan Sandiaga menyangkut produk halal.

Marissa mengatakan, akan mendoakan Prabowo-Sandiaga menjadi pemimpin Indonesia kelak. “Jika berhasil menang, program (industri halal) ini bagus dan perlu diambil (ditindaklanjuti),” ujar dia.

Saat menyambangi sentra industri halal itu, Sandiaga untuk menyebut, industri halal di Indonesia sangat potensial. Potensi ini, kata dia, harus diikuti dengan pengembangan wisata halal. Akan tetapim potensi itu terkendala sejumlah hal, salah satunya perizinan sertifikasi halal yang prosesnya sulit dan lama.

Aktor senior Henky Solaiman mendukung Jokowi yang dinilainya jujur dan sederhana. (Alinea.id/Robertus Rony Setiawan.

Sementara itu, Eko mengatakan, program Prabowo-Sandiaga yang salah satunya ingin menjadikan harga terjangkau dan stabil, sangat bisa terwujud. Rekan Parto dan Akri di grup lawak Patrio ini mengatakan, sekarang ada masalah di masing-masing kementerian yang berwenang di bidang ekonomi.

“Tidak ada sinkronisasi masing-masing kementerian. Artinya, Kementerian Perdagangan beda keinginannya, Kementerian Pertanian beda keinginannya. Datanya saja sudah beda,” kata dia.

Menurut Eko, untuk mengatasi masalah tadi, dibutuhkan seorang yang punya jiwa kepemimpinan tegas. “Di balik itu semua, semakin banyak impor semakin banyak kebocoran, seperti yang Pak Prabowo pernah bilang,” ujarnya.

Eko mengatakan, seharusnya ruang lingkup sektoral satu sama lain saling melengkapi. Dan, tidak perlu ada impor.

“Mengandalkan petani-petani juga mampu. Di situ dibutuhkan jiwa leadership dan tegas,” katanya.

Di sisi lain, Ridho dari grup musik Slank menuturkan, Jokowi sudah terlihat hasil kerjanya. Dia memberikan contoh pembangunan infrastruktur jalan tol, moda raya terpadu (MRT), dan penguasaan PT Freeport oleh Indonesia.

Namun, Ridho juga mengkritisi pemerintahan Jokowi dalam mendukung kemajuan industri musik dan kesenian lainnya. Dia mengatakan, gedung berstandar khusus untuk konser dan jaminan kesehatan seniman kurang diperhatikan. Akan tetapi, dia punya argumen, yang membuatnya tetap memilih Jokowi.

"Aku enggak mau negara ini dipimipin rezim Orde Baru lagi, aku enggak mau kejadian seperti waktu Orba," kata Ridho.

Berita Lainnya