logo alinea.id logo alinea.id

Partisipasi WNI di Korea Utara di Pemilu 2019 capai 100%

Pemungutan suara Pemilu 2019 di KBRI Pyongyang berlangsung pada Minggu (14/4), sejak pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Valerie Dante
| Valerie Dante Senin, 15 Apr 2019 10:55 WIB
Partisipasi WNI di Korea Utara di Pemilu 2019 capai 100%

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pyongyang, Korea Utara, telah menyelenggarakan pemilu di tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di KBRI Pyongyang pada Minggu (14/4).

KBRI Pyongyang menyatakan pemungutan suara dilaksanakan sejak pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Alinea.id pada Senin (15/4), 24 WNI di Korea Utara berpartisipasi dan menggunakan hak pilih mereka.

Sebanyak 16 WNI termasuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), enam termasuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb), dua lainnya masuk ke dalam daftar pemilih khusus (DPK) termasuk seorang turis asal Indonesia yang sedang berkunjung.

"Dengan jumlah tersebut, tingkat partisipasi WNI di Korea Utara pada Pemilu 2019 mencapai 100%, bahkan lebih karena ada satu orang tambahan," tutur Ketua PPLN Pyongyang Cecep Junaria.

Cecep mengatakan bahwa proses pemungutan suara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Penghitungan suara akan dilakukan pada Rabu (17/4).

Sebelumnya, secara terpisah, Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu mengimbau dan mengingatkan agar seluruh WNI di Pyongyang berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2019.

"Proses demokrasi Indonesia saat ini memasuki tahap yang sangat penting yaitu consolidated democracy. Ibaratnya sebuah pesawat, maka pesawat RI saat ini sedang lepas landas. Semua warga negara harus ikut di dalam pesawat. Semua WNI yang berhak harus berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai golput, jangan sampai no vote, dan jangan sampai tidak casting ballot," kata Dubes Berlian.

Sponsored

Dubes Berlian juga menegaskan bahwa kesempatan penting ini hanya datang sekali dalam lima tahun.

"Makanya jangan sampai tidak menggunakan haknya alias golput. Dan tolong agar semua pihak melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dan secara bertanggungjawab," tambahnya.