logo alinea.id logo alinea.id

PBB bidik 8% dan PKS target raup suara 12%

Pada Pemilu Legislatif 2019, Partai Bulan Bintang (PBB) membidik perolehan suara 8% dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 12%.

Sukirno
Sukirno Senin, 21 Jan 2019 00:05 WIB
PBB bidik 8% dan PKS target raup suara 12%

Pada Pemilu Legislatif 2019, Partai Bulan Bintang (PBB) membidik perolehan suara 8% dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 12%.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan PBB membidik perolehan suara 7%-8% pada Pemilihan Umum Legislatif 17 April 2019.

"PBB sudah siap menghadapi Pemilu 2019. Konsolidasi partai dan kader berjalan terus menerus, sehingga diharapkan perolehan suara maksimal," kata Yusril, didampingi Ketua DPW PBB Sultra Ruksamin, di warung kopi di Kendari, Minggu (20/1).

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendara berada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, serangkaian kunjungan kerja pembekalan calon anggota legislatif.

Pengurus dan kader partai diharapkan bekerja maksimal untuk mewujudkan target terbentuk satu fraksi setiap tingkatan, terutama tingkat provinsi.

"Mewujudkan impian satu fraksi pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Partai lain pun demikian gigih menempatkan wakilnya di parlemen, sehingga membutuhkan kerja keras dan komitmen kuat," ujar Yusril.

Pengurus dan kader partai dirasa perlu merenungkan perjalanan PBB yang memilukan, yakni nyaris tidak menjadi peserta Pemilu 2019.

Setelah PBB ditetapkan menjadi peserta pemilu, kata dia, muncul persoalan baru yakni calon-calon anggota legislatif yang juga menemui kendala dalam hal pencalonan.

Sponsored

"Memang dalam politik begitu. Ada kawan, ada lawan. Kawan mengharapkan eksis, sedangkan lawan mengharapkan PBB mati. Itulah dinamika dalam politik," ujarnya, seraya menambahkan Sultra salah satu daerah yang diharapkan surplus dalam perolehan suara Pemilu 2019.

Ketua PBB Sultra Ruksamin mengaku optimistis mencetak satu fraksi setiap kabupaten/kota serta fraksi DPRD Sultra.

"Pengurus dan kader tidak pernah berhenti memikirkan agar rakyat memberikan mandat kepada kader PBB pada Pemilu 17 April 2019. PBB hadir dimana-mana untuk kepentingan rakyat," kata Ruksamin yang juga Bupati Konawe Utara.

Kendala yang dihadapi partai maupun kader menyambut kontestasi politik cukup kompleks, tetapi sudah konsekuensi seorang politisi, katanya lagi.

Tifatul Sembiring / Facebook

PKS target 12%

Secara terpisah, Partai Keadilan Sejahtera optimistis bisa meraih suara 12% pada pemilu 2019 dengan perolehan 70 kursi untuk DPR RI.

"Insya Allah PKS akan balik ke situ meraih 70 kursi, apalagi di Indonesia partai kader cuma dua yaitu PDI Perjuangan dan PKS," kata Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring di Padang, Minggu (20/1) pada rangkaian kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat.

Menurut mantan Presiden PKS tersebut kendati pemilu legislatif dan pilpres bersamaan dan efek ekor jas banyak diperoleh oleh PDI Perjuangan dan Gerindra tetapi PKS tergabung dalam salah satu koalisi.

Ia menilai Gerindra merupakan nasionalis sekuler sementara PKS merupakan partai Islam.

"Jadi kalau di PKS siapa pun yang ingin masuk harus melewati proses, tidak seperti partai lain yang ibarat naik angkot siapa yang bayar bisa langsung dibawa," kata dia.

Pada sisi lain pihaknya meyakini dan berharap pangsa pasar pemilih muslim adalah PKS. Ia menyampaikan berdasarkan beragam prediksi terkait persoalan ini pada kenyataannya fakta di lapangan PDI Perjuangan kalah pada sejumlah pilkada serentak di 2017 dan 2018.

"Di DKI Jakarta, Sumatra Utara, Riau, Lampung, Sumatra Selatan PKS menang, dan ini fakta di lapangan loh," kata dia.

Tifatul mengatakan pihaknya juga akan melibatkan dan memberdayakan kepala daerah dari PKS untuk ikut berperan memenangkan PKS dalam Pemilu 2019.

Pada pemilu 2014 Partai Keadilan Sejahtera memperoleh suara 8.480.204 atau 6,79% dengan perolehan 40 kursi di DPR atau berkurang 17 kursi dibanding pemilu 2009 yang saat itu memperoleh 57 kursi. (Ant).