sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PDIP sebut Mulyadi-Ali Mukhni tidak konsisten

Cibiran tersebut merespons dikembalikannya surat rekomendasi oleh pasangan tersebut.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Minggu, 06 Sep 2020 14:37 WIB
PDIP sebut Mulyadi-Ali Mukhni tidak konsisten
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beranggapan, dialektika ideologi Mulyadi-Ali Mukhni, bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat (Sumbar), tidak konsisten dan mudah goyah.

"Sejak awal saya sudah menduga, bahwa Mulyadi tidak kokoh dalam sikap sebagai pemimpin, sehingga mudah goyah dalam dialektika ideologi," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan resminya, Minggu (6/9).

Pernyataan tersebut merespons sikap Mulyadi-Ali yang mengembalikan dukungan PDIP dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menyusul berpolemiknya pernyataan Ketua DPRD sekaligus elite "partai banteng moncong putih", Puan Maharani, tentang Pancasila dan Sumbar.

Hasto mengklaim, pernyataan Puan merupakan suatu harapan agar kehidupan masyarakat Sumbar lebih baik, sebagaimana kepeloporan para tokoh Minang seperti Mohammad Hatta, KH Agus Salim, Rohana Kudus, HR Rasuna Said, Mohamad Natsir, dan Tan Malaka.

"Sikap Mulyadi tersebut sangat dipahami karena politik kekuasaan bagi yang tidak kokoh dalam prinsip hanya menjadi ajang popularitas," cibirnya.

Bagi PDIP, menurut Hasto, menjadi pemimpin harus kokoh dalam memantapkan pilihan. Diibaratkannya dengan batu karang yang kuat ketika diterjang ombak.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi sikap Mulyadi yang mengembalikan rekomendasi dalam Pilkada Sumbar 2020. "PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih."

Pernyataan Puan tentang harapan masyarakat Sumbar mendukung negara Pancasila menuai kontroversi. Imbasnya, pasangan Mulyadi-Ali mengembalikan dukungan kepada PDIP.

Sponsored

Keputusan tersebut diketahui dari pernyataan Ali melalui video, di mana akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya bermodalkan dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat. Sikap itu disebut diambil berdasarkan masukan berbagai pihak.

Ali menerangkan, rekomendasi dukungan PDIP dikembalikan lantaran didorong kekecewaan masyarakat dan tokoh Minang yang kecewa dengan pernyataan Puan.

Berita Lainnya