logo alinea.id logo alinea.id

Pemaparan Jokowi di debat kedua dinilai mampu kurangi golput

Penampilan Jokowi yang prima saat debat dinilai mampu menarik perhatian publik yang belum menentukan pilihan politiknya.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Selasa, 19 Feb 2019 02:55 WIB
Pemaparan Jokowi di debat kedua dinilai mampu kurangi golput

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Achmad Baidowi, menilai penampilan Joko Widodo (Jokowi) dalam debat capres kedua, pada Minggu (17/2) malam, bisa menarik perhatian mereka yang belum menentukan pilihan politik pada Pemilu 2019. Selain itu, pemaparan Jokowi juga dinilai mampu menekan angka golput.

"Saya yakin kalangan yang tadinya masih apatis, karena menyaksikan debat tadi malam, kemudian memilih Pak Jokowi karena beliau tampil prima dengan paparan data konkret, bukan hoaks," kata Achmad Baidowi dalam diskusi Empat Pilar MPR dengan tema "Potensi Golput di Pemilu 2019" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Politikus yang akrab disapa Awiek itu mengatakan, tugas Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin harus bisa meyakinkan swing voters, kelompok pemilih yang pada pemilu sebelumnya mendukung partai A, namun pada pemilu mendatang dapat berubah mendukung partai B.

Awiek melanjutkan, dalam literatur kepemiluan terdapat empat penyebab golput. Pertama, karena tidak masuk dalam DPT, kedua, karena kesibukan dan lain hal sehingga saat pemilu tidak sedang berada di tempat. Ketiga, karena tidak cocok dengan program pasangan calon. Keempat, karena menganggap pemilu tidak linear dengan kesejahteraan.

"Penyebab ketiga dan keempat akan berkurang dengan beralih dukungan ke Jokowi karena performanya sangat bagus saat debat kedua," ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Lebih jauh Wakil Sekjen PPP itu memperkirakan angka golput pada Pemilu 2019 tidak besar lantaran dilaksanakan secara serentak. Selain itu, untuk mengurangi angka golput, dia juga menekankan pentingnya sosialisasi tentang Pemilu 2019 kepada masyarakat.

"Kami yakin ada penurunan angka golput. Dengan pemilu serentak ini maka semua elemen ikut bergerak," katanya.

Awiek mengakui masih ada masyarakat terutama di daerah yang sulit terjangkau belum mengetahui pemilu dilakukan secara serentak. Peran media massa juga penting untuk menginformasikan berita pemilu serentak yang baru pertamakali diadakan di Indonesia.

Sponsored

"Selain peran penyelenggara pemilu dan peserta pemilu, peran media sangat besar untuk menekan golput melalui sosialisasi," tukas anggota Baleg DPR tersebut. (Ant)

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB