sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemetaan isu pilkada, kampanye paslon terbanyak disorot media

Media menyoroti berbagai metode kampanye di tengah pandemi Covid-19, dari daring hingga pertemuan tatap muka.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 14 Des 2020 10:07 WIB
Pemetaan isu pilkada, kampanye paslon terbanyak disorot media
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Selama rentang waktu September hingga Desember 2020, dominasi pemberitaan media tertuju pada kampanye pasangan calon (paslon). Berdasarkan riset Alinea.id, media menyoroti berbagai metode kampanye di tengah pandemi Covid-19, dari daring hingga pertemuan tatap muka.

Di sisi lain, isu kesehatan turut pula tersorot. Terutama terkait pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi sejak masa pendaftaran, hingga pelaksanaan kampanye. Isu komisioner KPU pusat dan calon kepala daerah terpapar Covid-19 juga disorot. Situasi pandemi menyebabkan berbagai pihak meminta agar Pilkada Serentak 2020 ditunda, karena menjadi ancaman klaster baru penyebaran Covid-19.

Selain itu, isu politik dinasti kerap diangkat berbagai media di awal masa pendaftaran Pilkada Serentak 2020. Politik dinasti dikaitkan langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gibran, anaknya berkompetisi dalam pilkada Surakarta. Sedangkan Bobby, menantu Jokowi di pilkada Medan.

Namun riset juga menemukan masih menjualnya isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) dalam Pilkada Serentak 2020. Dari berbagai pemberitaan media, isu SARA cukup signifikan. Bahkan, lebih banyak dibandingkan isu politik uang.

Sponsored

Rincian jumlah pemberitaan, kampanye paslon sebanyak 92.124 berita, pendaftaran calon 38.429 berita, dukungan paslon 32.680 berita, pelanggaran protokol kesehatan 32.300 berita, debat paslon 24.376 berita, persiapan pengamanan pilkada 22.294 berita, petugas KPU dan paslon positif 18.840 berita, Isu SARA 16.561 berita, politik uang 15.752 berita, pelaksanaan protokol kesehatan 16.969 berita, hasil survei 12.797 berita, netralitas ASN 11.592 berita, hoaks pilkada 8.994 berita, pelaporan harta kekayaan 5.845 berita, tes kesehatan 4.813 berita, pelanggaran APK 4.214 berita, kotak kosong 3.532 berita, dinasti politik 1.872 berita, aplikasi Sirekap 1832 berita, hasil coklit pemilih 956 berita.

Di September, berbagai pemberitaan media banyak memberi atensi pada majunya Gibran di Pilkada Surakarta dan kemunculan penantangnya, yakni paslon independen Bagyo-Supardjo. Proses pendaftaran calon, seperti penyerahan berkas, laporan harta kekayaan, tes kesehatan, hingga pengambilan nomor urut ramai diberitakan.

Ketika memasuki  Oktober-November, kegiatan kampanye dan debat yang berlangsung dua kali di pilkada Surakarta sempat menyita perhatian. Bahkan, ramainya pemberitaan pengawalan pendaftaran Gibran-Teguh sempat pula dikaitkan dengan kerumunan yang terjadi pada acara Muhammad Rizieq Shihab. Para simpatisan Rizieq Shihab tidak terima jika kegiatannya ditindak karena melanggar protokol kesehatan, tetapi kerumunan saat pendaftaran Gibran-Teguh dibiarkan.

Berita Lainnya