sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pengamat: Muchdi bisa gembosi Prabowo-Sandi

Muchdi dinilai bisa memengaruhi elite-elite partai lainnya untuk pindah gerbong.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 14 Feb 2019 18:04 WIB
Pengamat: Muchdi bisa gembosi Prabowo-Sandi

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai manuver dukungan Wakil Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi PR bakal menguntungkan kubu Jokowi-Ma'ruf. Menurut Ujang, 'pembelotan' Muchdi bisa menggembosi basis suara Prabowo-Sandi. 

"Memang di dalam (Partai) Berkarya Tommy (Soeharto) adalah pemilik sahamnya, tapi bukan tidak mungkin Muchdi dapat mempengaruhi para elite di Berkarya," ujar Ujang saat dihubungi Alinea.id di Jakarta, Kamis (14/2). 

Muchdi sebelumnya hadir dalam acara deklarasi dukungan 1.000 purnawirawan polisi/TNI kepada Jokowi-Ma'ruf di JI Expo, Jakarta Pusat, Ahad (10/2) lalu. Kehadiran Muchdi di acara tersebut dipertanyakan lantaran Partai Berkarya dianggap sebagai salah satu parpol pengusung Prabowo-Sandi.

Menurut Ujang, dukungan Muchdi tak langsung memberikan imbas elektoral bagi Jokowi-Ma'ruf. Namun, sebagai salah satu pendiri Gerindra dan tokoh senior di Muhammadiyah, Muchdi memiliki pengalaman dan jaringan yang luas yang bisa dimanfaatkan kubu petahana. 

"Gabungnya Muchdi PR paling tidak menjadi kekuatan baru bagi kubu 01. Jika Muchdi PR mampu membawa gerbong Partai Berkarya untuk mendukung Jokowi-MA, itu baru kerja konkret. Dan itu akan signifikan hasilnya. Bisa menambah suara Jokowi dan mengurangi dukungan terhadap Prabowo," imbuh Ujang. 

Lebih jauh, Ujang menilai dukungan Muchdi juga dapat mendorong para purnawirawan TNI pendukung Prabowo-Sandi berpaling ke Jokowi-Ma'ruf. Terlebih, Muchdi diketahui memiliki banyak loyalis di tubuh TNI AD. "Nah, itu salah satu fungsi Muchdi PR. Ia bisa meyakinkan para purnawirawan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf," imbuhnya. 

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan manuver Muchdi hanya isu lama yang didaur ulang. Pasalnya, saat masih berbaju PPP pada 2014, Muchdi tercatat sebagai pendukung Jokowi. Padahal, PPP di Pilpres 2014 berada di barisan pengusung Prabowo-Hatta. 

"Ini kan isu lama. Biar terkesan ada yang meninggalkan Pak Prabowo. Padahal memang dari dulu Pak Muchdi itu mendukung Pak Jokowi," kata Andre kepada di wartawan di Jakarta. (Ant)

Sponsored