logo alinea.id logo alinea.id

Petahana potensial kembali menang, kinerja DPR diprediksi melempem

Sebanyak 94% petahana mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 25 Apr 2019 15:35 WIB
Petahana potensial kembali menang, kinerja DPR diprediksi melempem

Peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Djadijono pesimistis kinerja DPR RI bakal membaik pada periode 2019- 2024. Pasalnya, muka-muka lama diprediksi bakal kembali menghuni Gedung DPR. 

"Apabila tidak ada tekad dan semangat baru dari mereka yang terpilih lagi, maka kinerja DPR hasil pemilu 2019 tidak akan jauh berbeda dengan DPR hasil pemilu 2014," tutur Djadijono dalam diskusi 'Evaluasi Pileg 2019 dan Potret Parlemen Baru' di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Kamis (25/4).

Menurut Djadijono, sepanjang hampir lima tahun berkantor di Senayan, anggota DPR periode 2014-2019 hanya mampu membahas dan mengesahkan sebanyak 25 Rancangan Undang-Undang (RUU)  Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas. Sebanyak 56 RUU Prolegnas prioritas lainnya diperpanjang terus-menerus sejak 2014.

"Ada (beberapa) RUU yang sudah masuk Prolegnas, (semisal) RUU tentang KUHP, (RUU) Pertanahan, dan (RUU) Wawasan Nusantara. Itu sudah 5 tahun berjalan, (tetapi) diutak-utik pun tidak," ujar Djadijono.

Menurut catatan Formappi, ada sekitar 94% caleg petahana yang mencalonkan diri kembali di Pileg 2019. Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan, para caleg petahana itu potensial terpilih kembali lantaran mayoritas petahana ditempatkan di nomor urut tertinggi.  

"Mereka mayoritas berada di nomor urut 1. Pada saat bersamaan, di daerah itu isu terkait pileg DPR RI juga tak jadi fokus masyarakat. Maka, orang lebih mungkin pilih partai atau caleg dengan nomor urut awal," ujar Lucius. 

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti sepakat publik sulit berharap banyak pada anggota DPR RI terpilih nanti. Menurut dia, gaya berpolitik, semangat demokrasi, kinerja anggota dewan tak bakal signifikan berubah. "Dengan sedih hati, saya dapat berkata, tidak ada peluang perubahan di DPR," kata Ray.


 

Sponsored