logo alinea.id logo alinea.id

Prabowo dinilai belum terima Jokowi jadi presiden lagi

Dalam pidatonya, Prabowo tak sekali pun menyebut nama Jokowi.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 28 Jun 2019 20:23 WIB
Prabowo dinilai belum terima Jokowi jadi presiden lagi

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw menyayangkan isi pidato Prabowo Subianto saat menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Jeirry, isi pidato tersebut menunjukkan bahwa Prabowo belum bisa menerima kekalahan sepenuhnya. 

Hal itu, lanjut Jeirry, setidaknya terlihat dari absennya nama Jokowi dan Ma'ruf dalam pidato Prabowo. Mantan Danjen Kopassus itu juga tidak mau mengucapkan selamat kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf atas kemenangan di MK. 

"Padahal pihak Jokowi-Ma'ruf menyebut nama kedua pasangan calon nomor urut 02 tersebut saat berpidato," kata Jeirry dalam sebuah diskusi publik di Kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/6).

Menurut Jeirry, Prabowo tampak masih ingin memelihara ketegangan karena kecewa atas putusan MK.  "Jadi ketegangan itu masih terpelihara atau masih dipelihara karena tanda-tanda ada komunikasi. Katakanlah yang paling mudah saling mengucapkan selamat di antara dua kubu itu belum terlihat," tutur dia. 

Sponsored

Tak hanya itu, dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan bakal terus memperjuangkan klaim kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Ia bahkan sempat menyebut bakal membawa kasus dugaan kecurangan kubu petahana di Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional. 

Namun demikian, Jerry memandang, pidato Prabowo juga menyiratkan hal positif bagi demokrasi. Pasalnya, Prabowo terlihat ingin membangun oposisi yang kuat bagi pemerintah.

Menurut Jeirry, kubu Prabowo lebih baik jadi oposisi bagi Jokowi. Dengan begitu, check and balance yang ideal bisa terbangun. "Itu penting untuk menjaga jalannya pemerintahan. Jadi, lebih baik Prabowo dengan Gerindra di luar (pemerintahan) saja," kata dia.