sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prabowo klaim elektabilitas telah mencapai 58%

Kurang dari sepekan lagi pencoblosan, Prabowo Subianto mengklaim elektabilitasnya unggul pada angka 58%.

Sukirno
Sukirno Jumat, 12 Apr 2019 04:04 WIB
Prabowo klaim elektabilitas telah mencapai 58%

Kurang dari sepekan lagi pencoblosan, Prabowo Subianto mengklaim elektabilitasnya unggul pada angka 58%.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto optimistis akan memenangkan pertarungan Pilpres 2019. Bersama cawapres Sandiaga Uno, Prabowo yakin telah jauh meninggalkan Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita terus terang saja (elektabilitas) sudah berada di atas 58%. Jadi itu keadaan yang ril, jadi (selisih) 17% saya nilai masih di bawah 10% suara. Saya tetap optimis," ujarnya salam sebuah bincang-bincang di stasiun televisi swasta TV One, Kamis (11/4).

Kendati demikian, mantan Danjen Kopassus itu meminta agar pendukung paslon Prabowo-Sandi tetap menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April. Prabowo mengimbau agar pendukungnya menjaga TPS hingga malam demi masa depan masyarakat.

Saat bertemu emak-emak, Prabowo selalu menyatakan bahwa mencoblos paslon 02 bukalah sekadar memilih capres-cawapres, tetapi untuk masa depan anak dan cucu.

"Karena kami niat untuk menghentikan korupsi, niat kami itu. Korupsi ini yang sangat menghancurkan masa depan anak-anak kita. Karena resources disedot dibawa ke luar negeri," urainya.

Dia mengakui, selama bertahun-tahun dirinya konsisten mengatakan adanya kebocoran dana ke luar negeri hingga Rp1.000 triliun. Namun menurut Prabowo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu menyebut kebocoran justru mencapai Rp2.000 triliun.

"Jadi selama ini prabowo bener dong?Saya ini selalu diejek, dihina, (tapi) enggak pernah dibantah, enggak pernah disanggah, karena angka saya bener. Ada itungannya," kata dia.

Sponsored

Sementara itu, untuk program ekonomi jika dirinya terpilih kelak, Prabowo ingin mengarahkan sesuai rumusan para pendiri bangsa. Perekonomian Indonesia telah dikunci dan diamankan oleh UUD 1945 pasal 33 yang menyebut bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya dikelola oleh negara dan digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Ini pasal pengaman, pamungkas. Di situ sudah dikunci. Semua negara yang sedang bangkit sekarang, China, Singapura, Rusia, itu ada pasal seperti itu," paparnya.

Untuk itu, Prabowo menegaskan bahwa rencana ke depan akan menggunakan akal sehat. Sebab, dia tidak rela jika Rp2.000 triliun kekayaan Indonesia harus lari terus ke luar negeri.

"If we can produce it in our country, no need to import," kata Prabowo saat ditanya terkait rencana impor.

Berita Lainnya