logo alinea.id logo alinea.id

Prabowo-Sandi akan tanya soal teror pimpinan KPK pada debat

Permasalahan hukum yang masih berpolemik akan menjadi konsen Prabawo-Sandi dalam debat capres dan cawapres pekan depan.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 10 Jan 2019 18:45 WIB
Prabowo-Sandi akan tanya soal teror pimpinan KPK pada debat

Jelang debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) pekan depan, capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali membangun komunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan dengan SBY guna meminta masukan sebelum berlaga dalam debat kandidat. 

Usai pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, Prabawo mengaku meminta masukan dari Presiden keenam tersebut. Secara singkat Prabowo mengatakan sudah selayaknya koalisi harus banyak berbincang.

Sementara itu Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabawo-Sandi Sudirman Said mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait sejumlah permasalahan yang nanti dibahas dalam debat kandidat.

"Satu kesamaan pandangan soal situasi sekarang, dan yang menjadi landasan untuk materi persiapan debat yaitu suasana ketidakadilan dari segi hukum, ekonomi serta sosial. Sehingga materi debat diarahkan pada bagaimana mencari solusi dari ketidakadilan," papar Sudirman.

Sayang, mantan Menteri ESDM tersebut tidak menjelaskan secara spesifik hal apa saja nanti yang akan dimunculkan dalam materi debat nanti. Ia hanya menyebut setiap permasalahan hukum yang masih berpolemik akan menjadi konsen Prabawo-Sandi dalam debat melawan Joko Widodo- KH Ma'ruf Amin.

Misalnya, teror yang terjadi di rumah pimpinan KPK. Lalu, indeks korupsi Indonesia yang rendah. 

Adapun SBY sempat memberikan arahan kepada Prabawo-Sandi mengenai gaya komunikasi yang perlu diterapkan dalam debat kandidat. Supaya mudah dipahami oleh audiens dan masyarakat.

Usai sowan ke SBY, Sudirman pun optimistis capres dan cawapres nomor urut 02 dapat mampu menjalani debat dengan baik. Toh, keduanya disebut telah terbiasa melakukan debat politik, sekarang hanya memikirkan bagaimana caranya mengefisienkan waktu saat melakukan debat.

Sponsored

"Mereka terbiasa dengan pernyataan yang spontan dan menguasai masalah dengan baik. Plus, terbiasa diskusi dengan hal-hal yang sulit jadi tidak punya kekhawatiran sama sekali soal persiapan debat. Kita lebih perhatian pada manajemen waktu karena dibatasi waktu," kata Sudirman. 

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang turut hadir dalam pertemuan menjanjikan pertemuan dengan SBY akan lebih intens. Sebab masih ada yang perlu dibahas, namun ia enggan membeberkan kapan waktu pertemuan tersebut. 

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Senin, 25 Mar 2019 21:10 WIB
Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Senin, 25 Mar 2019 14:26 WIB
Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Sabtu, 23 Mar 2019 12:00 WIB