logo alinea.id logo alinea.id

PSI tolak poligami bagi pejabat

Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik.

Sukirno
Sukirno Rabu, 12 Des 2018 01:15 WIB
PSI tolak poligami bagi pejabat

Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik.

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, penolakan poligami dilakukan di tingkat eksekutif, legislatif, yudikatif hingga aparatur sipil negara (ASN) alias pegawai negeri sipil (PNS).

"PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami," ujarnya di sela pidato politik pada Festival 11 di Surabaya, Selasa (11/12) malam.

Dia menegaskan akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang membolehkan poligami.

Riset LBH APIK tentang poligami, kata dia, menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, termasuk menyakiti perempuan dan anak yang ditelantarkan.

"PSI tidak ingin negara secara tidak langsung melanggengkan ketidakadilan terhadap perempuan, dan kami percaya perjuangan keadilan dan penghapusan diskriminasi harus dimulai dari keluarga, dari rumah," ucapnya.

Sementara itu, perjuangan revisi atas UU 1/1974 menjadi satu dari sejumlah langkah yang dilakukan PSI jika lolos ke parlemen hasil Pemilihan Umum Legislatif 2019.

Langkah lainnya, lanjut dia, PSI akan memperjuangkan agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang sudah dua tahun berhenti di DPR segera disahkan agar menjadi payung hukum untuk melindungi dan memberikan bantuan ketika perempuan menjadi korban kekerasan. 

Sponsored

Selain itu, PSI akan mendukung kenaikan batas usia pernikahan menjadi 18 tahun, mendorong aturan yang memudahkan perempuan untuk bekerja dengan mengalokasikan anggaran negara mendirikan tempat-tempat penitipan anak.

"Perlu ada opsi pemberlakuan jam kerja fleksibel sesuai kebutuhan perempuan. Mendorong model bekerja dari rumah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi agar perempuan Indonesia tetap produktif," katanya.

PSI juga ingin menyelenggarakan kursus dan menyiapkan inkubator bisnis kecil menengah untuk para ibu di setiap kabupaten, serta menyelenggarakan program nutrisi ibu hamil dan balita dengan program smart posyandu dan smart puskesmas.

Festival 11 yang diselenggarakan di Jatim Expo Surabaya dihadiri sekitar 1.000 pengurus, calon anggota legislatif, kader dan simpatisan PSI dari sejumlah daerah di Jatim. (Ant).