logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga akan bicara regulasi pada debat perdana

Sandiaga akan menghadiri sesi dengan tim materi BPN untuk mendalami topik debat pertama.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 09 Jan 2019 16:51 WIB
Sandiaga akan bicara regulasi pada debat perdana

Jelang debat perdana pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) pekan depan, cawapres Sandiaga Uno mengaku tidak akan memberikan kejutan dalam debat. Sandi, panggilan akrabnya menilai masyarakat Indonesia tidak menyukai hal-hal yang mengejutkan. 

"Tak ada element of surprise, people don't like surprise," tukas Sandi di Sekretariat Nasional Prabawo-Sandi, Menteng, Jakarta pada Rabu(9/1).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini yakin kalau masyarakat ingin mengetahui pemikiran pasangan calon dan bukan pada hal yang bersifat menjatuhkan. Kata Sandi materi yang akan didiskusikan tentang hal yang terjadi di lapangan. Ia menjanjikan kalau yang didebatkan nanti bersifat otentik, relevan dan mampu menghadirkan solusi. 

Cawapres nomor urut 02 ini membocorkan poin debat yang ingin ia sampaikan. Salah satunya soal rencana mengurangi overlapping regulasi dan tumpang tindih hukum. Gunanya tidak terjadi multitafsir dalam penegakan hukum. 

"Kami yakin dengan pola pemerintahan yang kuat, kepemimpinan yang tegas. Maka, kekhawatiran masyarakat mengenai ketidakpastian hukum bisa kami tangani," ucap Sandi. 

Tema overlapping regulasi dikatakan Sandi berkaca pada kondisi yang terjadi di lapangan. Sandi mengaku sudah mulai fokus untuk menghadapi debat kandidat dan terus berdiskusi dengan tim materi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Bahkan mulai besok, Sandi akan menghadiri sesi dengan tim materi untuk mendalami masing-masing topik debat pertama yakni: hukum, HAM, terorisme dan korupsi. Nantinya secara teknis materi debat akan disampaikan secara bergantian antara dirinya dengan Prabowo dengan bobot masing-masing 2/3 untuk Prabowo dan 1/3 untuk dirinya.

"Masyarakat ingin mendengar langsung dari Prabowo. Apa saja yang jadi pemikiran dan gagasannya yang jelas terlihat perbedaannya," kata Sandi. 

Sponsored

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menyarankan agar kedua kandidat menjelaskan setiap ide dan gagasannya secara terukur dengan tetap mengedepankan objektifitas dalam debat nanti. Apalagi materi pertanyaan sudah dibocorkan oleh KPU sebelumnya.

"Karena materi pertanyaan sudah dibocorkan, maka para kandidat harus sudah siap dengan jawaban yang akan diberikan oleh panelis. Idealnya, mereka menjelaskan keberhasilan kinerja bagi petahana dan janji-janji politik bagi penantang," kata Ujang. 

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Senin, 25 Mar 2019 21:10 WIB
Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Senin, 25 Mar 2019 14:26 WIB
Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Sabtu, 23 Mar 2019 12:00 WIB