logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno kritik program pendidikan Jokowi

Menurut Sandi, penggratisan biaya pengiriman buku di era Joko Widodo belum merata di seluruh daerah.

Rakhmad Hidayatulloh Permana Rabu, 09 Jan 2019 03:01 WIB
Sandiaga Uno kritik program pendidikan Jokowi

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengkritik program penggratisan biaya pengiriman buku yang dijalankan pada era pemerintah Presiden Joko Widodo. 

Menurutnya, program yang dilaksanakan setiap tanggal 17 terbilang sudah cukup membantu. Namun, pada kenyataannya distribusinya masih belum merata. 

"Yang saya dapatkan, masukan dari elemen masyarakat yang saya kunjungi, program buku tersebut membantu. Namun, ada beberapa keluhan bahwa itu tidak dibagikan secara merata. Sehingga yang tidak dapat itu justru mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan buku," katanya di sela-sela acara dialog pendidikan bersama guru-guru se-DKI Jakarta di CGV, FX Sudirman, Jakarta, Selasa (8/1). 

Dia pun menyebut, masyarakat yang tak mendapatkan jatah buku gratis itu tetap harus merogoh kocek lagi. Sebab, mereka tak mendapatkan buku gratis dari pemerintah. 

Kendati demikian, jika terpilih nanti, Sandi akan tetap melanjutkan program pengiriman buku gratis tersebut. 

"Jadi bagi kami ke depan adalah bagaimana program yang bagus itu bisa diteruskan dieksekusi lebih baik, sehingga distribusinya jauh lebih nyata ke depan," imbuhnya. 

Dia juga berharap, dengan program tersebut nantinya tak ada lagi ketimpangan antara kualitas pendidikan di kota dengan daerah pelosok. 

Program pendidikan

Sponsored

Sementara itu, Sandiaga Uno membeberkan alasan timnya memprioritaskan isu pendidikan ke dalam visi-misinya. Menurutnya, pendidikan merupakan pangkal dari segala masalah sosial di Indonesia. 

"Akar permasalahan itu adalah di pendidikan. Dan pendidikan itu kan seperti sering dibicarakan, adalah eskalator kita untuk menuju kesejahteraan. Dan kita memutus rantai kemiskinan dan menghilangkan rasa ketidakadilan itu," kata dia.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu siap untuk melakukan peningkatan kualitas pendidikan dengan berbagai macam cara. 

"Nah, ini yang perlu kita lakukan untuk peningkatan, baik dari kualitas guru-guru, juga segi fisiknya, infrastrukturnya harus dibangun baik. Juga bagaimana nanti program pendidikan kita berfokus kepada pendidikan karakter," imbuhnya. 

Selain itu, jika terpilih nanti, Sandi berjanji akan menghapuskan ketimpangan kesejahteraan antara guru honorer dan guru pegawai negeri sipil (PNS). 

Nantinya, lanjut dia, isu soal pendidikan dalam visi-misi tersebut bakal dikupas tuntas dalam acara town hall meeting Prabowo-Sandi pada tanggal 14 Januari 2019.