logo alinea.id logo alinea.id

Sibuk, KPU cuma bisa temui pengunjuk rasa dini hari nanti

Kelompok massa yang menamakan diri mereka Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran kini berunjuk rasa di depan Gedung Bawaslu.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Kamis, 09 Mei 2019 14:25 WIB
Sibuk, KPU cuma bisa temui pengunjuk rasa dini hari nanti

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tidak akan menerima perwakilan pengunjuk rasa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) yang akan menggelar aksi di depan Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan tak punya waktu menemui para pengunjuk rasa. "Kita tidak akan sempat terima (pengunjuk rasa). Kita tidak ada waktu," kata Wahyu kepada wartawan. 

KPU tengah fokus menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 luar negeri. Rekapitulasi itu ditargetkan selesai paling lambat pada pukul 00.00 WIB. "Kecuali mereka (perwakilan pengunjuk rasa) mau diterima jam 02.00 WIB pagi," imbuh Wahyu.

Proses rekapitulasi, menurut Wahyu, menyita waktu para komisioner KPU. "Kita mulai rekapitulasi jam 09.00 WIB pagi dan selesai jam 12.00 WIB, lalu istirahat salat. Kemudian kita mulai lagi jam 13.00 WIB sampai magrib," ujarnya.

Sejak pukul 13.00 WIB, tampak kelompok massa Gerak mulai berunjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI. Kelompok massa itu rencananya bakal bergeser menuju Gedung KPU. Unjuk rasa bertujuan untuk mendesak KPU mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin karena diduga mencurangi Pemilu 2019. 

Ketua KPU Arief Budiman mengaku tak habis pikir masih ada kelompok masyarakat yang tidak percaya dengan kinerja KPU. Padahal, KPU sudah berupaya transparan dalam menjalankan tahapan-tahapan pemilu, termasuk menampilkan proses penghitungan suara via sitem informasi penghitungan suara (Situng). 

"Apa yang belum saya buka? Coba tunjukkan apa yang belum saya buka sampai hari ini tentang tahapan pemilu kita. You mau tau apa? Coba tunjukkan sama saya kau ingin tahu apa dan itu belum saya sampaikan kepada publik," kata Arief. 

Lebih jauh, Arief menyesalkan pernyataan-pernyataan yang mendiskreditkan Situng sebagai produk gagal dan sumber kecurangan dalam pemilu. "Ingin tahu Situng itu seperti apa disclaimer-nya? Sudah saya kasih tahu semua. Apa coba yang belum saya lakukan?" katanya. (Ant)
 

Sponsored