sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

SMRC: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan, Prabowo-Sandi melesat

Jokowi-Ma'ruf meraup elektabilitas sebesar 56,8% sedangkan Prabowo-Sandi elektabilitasnya sebesar 37%.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Jumat, 12 Apr 2019 14:16 WIB
SMRC: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan, Prabowo-Sandi melesat

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres terbaru. Kurang dari sepekan menjelang pemungutan suara, hasil survei SMRC menunjukkan pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul. 

"Bila pemilu diadakan pada waktu survei, Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan 56,8%. Unggul signifikan atas Prabowo-Sandi 37%. Yang tidak tahu atau rahasia sekitar 6,3%," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat memaparkan hasil surveinya di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Survei digelar pada periode 5-8 April dengan melibatkan 2.568 responden dari 34 provinsi. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan sebesar 95% dengan batas galat sekitar 2,1%. 

Jika asumsi tingkat kepercayaan 95% dan batas galat turut dihitung, maka dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf berada di rentang 54,5-59% sedangkan Prabowo-Sandi pada kisaran 34,8-39,2%. 

Mengacu pada hasil survei SMRC sebelumnya, Deni mengatakan, grafik elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf cenderung stagnan, yakni hanya naik 0,8%. Di lain sisi, pasangan Prabowo-Sandi terlihat melesat elektabilitasnya. 

"Dibanding Februari 2019 elektabilitas Jokowi-Amin pada April 2019 ini cenderung stabil sementara Prabowo-Sandi mengalami kenaikan dari 31.8% menjadi 37%," ujarnya. 

Pada Februari, survei SMRC merekam pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas sebesar 57,6% sedangkan pasangan Prabowo-Sandi elektabilitasnya sebesar 31,8%. 

Namun demikian, menurut Deni, kecil kemungkinan bagi pasangan Prabowo-Sandi untuk bisa menyalip pasangan petahana. Pasalnya, para pendukung kedua paslon sudah relatif mantap dengan pilihannya masing-masing. 

Sponsored

"Sekitar 89% dari pendukung Jokowi-Amin dan 88% dari pendukung Prabowo-Sando menyatakan kecil atau sangat kecil kemungkinannya untuk mengubah pilihan. Selebihnya, ada 11-12% dan pendukung masing-masing calon yang masih lemah dukungannya," kata dia. 

Kepuasaan akan kondisi ekonomi, lanjut Deni, diketahui menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tetap stabil. "Keadaan ekonomi penting menaikkan atau menjaga Jokowi unggul atas Prabowo," imbuhnya. 

Berita Lainnya