sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Soal cagub Jakarta, PDIP sebut nama Gibran dan Risma

Keduanya diklaim memiliki kapasitas untuk memimpin ibu kota negara.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 07 Jan 2022 17:57 WIB
Soal cagub Jakarta, PDIP sebut nama Gibran dan Risma

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempersiapkan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Dalihnya, keduanya dinilai berkapasitas untuk memimpin ibu kota negara. 

"Pilkada merupakan momentum di mana rakyat memberikan kepercayaan kepada calon pemimpin. PDIP punya calon-calon pemimpin yang cukup banyak untuk bisa dicalonkan di DKI Jakarta," ucap Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Jumat (7/1).

Menurutnya, Risma berpeluang dicalonkan karena sukses membawa perubahan signifikan di Kota Pahlawan saat menjabat wali kota selama dua periode. "Sehingga masyarakat Surabaya kita lihat sekarang merawat lingkungan dengan baik, melakukan tata kota yang mencerminkan keindahan seluruh sudut Kota Surabaya."

Untuk Gibran, Hasto memberikan catatan khusus, harus bisa membuktikan dirinya selama menjadi wali kota. Setidaknya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu harus seperti Risma yang mampu merubah wajah Kota Surabaya.

Sponsored

"Karena ketika Mas Gibran mau menjadi wali kota, Ibu Risma menjadi salah satu pengajar yang menyampaikan berbagai aspek-aspek strategis tentang bagaimana membangun kota agar manusiawi, agar setiap warganya bergotong royong menata kota, kemudian membawa kemajuan bagi setiap warganya," paparnya.

Kendati demikian, dirinya sesumbar, Risma dan Gibran hanyalah sekian nama dari beberapa kepala daerah yang dimiliki PDIP yang berpotensi memimpin DKI Jakarta. Dicontohkannya dengan mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi; eks Bupati Ngawi, Budi Sulistyono alias Kanang; dan Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra.

"Cukup banyak calon-calon pemimpin karena proses kaderisasi di sekolah partai. Mereka layak untuk dicalonkan di Jakarta," pungkas Hasto.

Berita Lainnya