logo alinea.id logo alinea.id

Soal Metro TV ditolak kubu Prabowo, KPU tunggu KPI 

Dalam laporan tahunan KPI, Metro TV dianggap kerap tidak netral dalam pemberitaan.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Jumat, 22 Mar 2019 16:36 WIB
Soal Metro TV ditolak kubu Prabowo, KPU tunggu KPI 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengaku sedang mengkaji perihal keberatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terkait dipilihnya Metro TV sebagai penyiar debat kandidat. 

"Iya, masih dikaji," kata Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat,  Jumat (22/3).

Sebelumnya, juru bicara BPN Prabowo-Sandi melayangkan surat protes kepada KPU. Menurut Dahnil, laporan tahunan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyimpulkan Metro TV tidak berimbang dalam menyampaikan pemberitaan.

"Kami secara resmi kemarin sudah menyampaikan surat keberatan (untuk) Metro TV ikut sebagai salah satu penyelenggara debat," kata Dahnil. 

Dikutip dari situs kpi.go.id, Wakil Ketua KPI Pusat S Rahmat Arifin meminta agar Metro TV mengedepankan independensi dan keberimbangan dalam program siaran. 

"Metro TV jauh dari  prinsip independensi dan netralitas. Karenanya, kami meminta ada perbaikan mendasar dalam redaksi untuk mengembalikan Metro TV menjalankan tugas jurnalistik dengan jalur yang benar," kata dia. 

Dalam evaluasi tahunannya, KPI menggunakan parameter kepatuhan atas Undang-Undang, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, dan Komitmen Televisi yang dibuat menjelang perpanjangaan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) 2016 lalu.

Komisioner KPU Hasyim Ashari mengatakan, KPU akan berkoordinasi dengan KPI untuk menentukan layak atau tidaknya Metro TV menjadi penyiar debat. "Penilaian KPI akan kami jadikan dasar," katanya.

Sponsored