logo alinea.id logo alinea.id

Soal pertemuan Jokowi dan Prabowo, Fadli Zon: Kami tak mau kompromi

Urusan silaturahmi dan proses hukum di Mahkamah Konstitusi tak bisa dicampuradukkan.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 29 Mei 2019 18:38 WIB
Soal pertemuan Jokowi dan Prabowo, Fadli Zon: Kami tak mau kompromi

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, angkat bicara atas desakan banyak pihak yang meminta agar capres nomor urut 01, Joko Widodo dan capres nomor 02, Prabowo Subianto bertemu sebelum Idul Fitri atau keputusan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Fadli, urusan silaturahmi dan proses hukum di Mahkamah Konstitusi tak bisa dicampuradukkan, sehingga saat ini lebih baik kedua belah pihak fokus terlebih dahulu dengan proses hukum sengketa pemilu yang sedang berproses di MK.

“Persoalan silaturahmi itu satu soal. Persoalan kecurangan itu soal yang lain. Jadi, silaturahmi ya silaturahmi. Tapi kalau persoalan kecurangan, ketidakadilan, ketidakjujuran, itu persoalan lain. Jadi kita tak mau dikompromikan antara yang hitam dengan yang putih, air dengan minyak,” kata Fadli di Kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta, pada Rabu (28/5).

Wakil Ketua Umum Gerindra itu menilai, proses hukum di MK sebaiknya biarkan berjalan dulu agar semua persoalan kecurangan pemilu terang benderang. Pasalnya, beda persoalan antara proses hukum dengan silaturahmi pascapemilu. 

“Saya kira itu satu hal yang berbeda, nanti itu kita lihat prosesnya. Sekarang ini prosesnya berada di MK. Biarlah dalam rangka mendewasakan politik kita, MK ini harus dihargai karena di sini akan disampaikan tentang bukti-bukti kecurangan dari salah satu paslon,” katanya.

Setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi, kata Fadli Zon, pihaknya pun tidak bisa menjamin akan ada pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi. Pasalnya, hal tersebut bergantung pada situasi dan kondisi dinamika politik di dalam negeri. “Saya belum tahu, kita lihat saja perjalanan dinamikanya seperti apa,” ucap Fadli. 

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, mengatakan meski Jokowi dan Prabowo belum bertemu, pihak TKN terus membangun komunikasi dengan orang-orang lingkaran Prabowo untuk mendinginkan tensi politik usai Pilpres 2019. Dalam membangun komunikasi, pihaknya terus mengupayakan agar pertemuan Jokowi dan Prabowo terwujud.

“Komunikasi dengan Pak Prabowo atau dengan tokoh-tokoh yang ada di sekitar beliau itu terus berlangsung. Jadi tidak terputus walaupun belum ada komunikasi langsung antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo,” tuturnya.

Sponsored

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyarankan agar Jokowi dan Prabowo bertemu selambat-lambatnya sebelum hari raya Idul Fitri. Pertemuan itu diperlukan untuk mendinginkan tensi politik pascaperhelatan Pilpres 2019.

"Sangat berharap agar sebelum Idul Fitri ini sudah ada pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.