sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi-Ma'ruf stagnan, Prabowo-Sandi naik tipis

Pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul hingga lebih dari 20% elektabilitasnya.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Rabu, 30 Jan 2019 16:10 WIB
Jokowi-Ma'ruf stagnan, Prabowo-Sandi naik tipis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) stagnan. Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan angka elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf sama sekali tak berubah dari survei serupa yang digelar LSI sebelumnya.

"Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 54,8%, sementara Prabowo-Sandiaga 31,0%," kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby saat memaparkan hasil survei di kantornya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (30/1). 

Survei LSI Denny JA digelar pada periode 18-25 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka. Margin of error di kisaran 2,8%. 

"Sementara yang masih belum memutuskan atau rahasia maupun tidak tahu dan tidak jawab di survei ini sebesar 14,2%," ujar Adjie. 

Dalam survei serupa yang digelar LSI pada Desember 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,8% sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga meraup 30,6% suara responden. Sebanyak 15,2% menyatakan belum menentukan pilihan atau tidak menjawab. 

Tak jauh berbeda dari survei sebelumnya, Jokowi-Ma'ruf masih unggul lebih dari 20%. Adjie mengatakan minimnya pergerakan elektabilitas di papan survei mengindikasikan debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari lalu relatif tidak memengaruhi pilihan publik.

"Pascadebat kenaikan elektabilitas masing-masing paslon tidak signifikan. Prabowo-Sandiaga hanya naik 0,4%. Jadi tidak banyak berefek karena angkanya cenderung sama," katanya. 

Kecilnya pengaruh debat perdana Pilpres 2017, jelas Adjie, juga disebabkan hampir separuh responden tak menonton ajang adu gagasan para kandidat yang disiarkan di sejumlah stasiun televisi itu. Dari 1.200 responden, hanya 50,6% responden yang mengaku menonton debat. 

Sponsored

"Sebanyak 46,7% tak menonton dan tidak menjawab 2,7%. Sedangkan yang menonton secara utuh hanya 29,6%. Yang hanya menonton sebagian saja 69,9%," tuturnya. 

Survei LSI Denny JA dirilis terpaut selang sehari dari peluncuran hasil sigi Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Berbeda jauh dari LSI, Puskaptis 'menemukan' elektabilitas dua paslon hanya terpaut 4,1%. (Ant)

Berita Lainnya