sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Survei SMRC tepis klaim Prabowo-Sandi

Mayoritas warga justru menganggap Pemilu 2019 berlangsung dengan jujur dan adil.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Minggu, 16 Jun 2019 17:57 WIB
Survei SMRC tepis klaim Prabowo-Sandi

Mayoritas masyarakat Indonesia percaya Pemilu 2019 berlangsung dengan jujur dan adil (jurdil). Menurut survei yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), hanya kurang dari 30% warga yang menilai pelaksanaan pemilu buruk dan tidak adil. 

"Anggapan bahwa Pemilu 2019 tidak berlangsung jurdil tidak sejalan dengan penilaian mayoritas warga Indonesia," ujar Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil survei di kantor SMRC, Jakarta, Minggu (16/6). 

Survei digelar pada periode 20 Mei-1 Juni 2019 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Tingkat kepercayaan sebesar 95% dengan batas galat sekitar 3,05%.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 68-69% responden menganggap pemilu berlangsung jujur dan adil. Di lain sisi, hanya sekitar 27-28% responden menganggap Pemilu 2019 kurang jurdil atau tidak jurdil sama sekali. 

Angka tingkat kepercayaan publik terhadap penyelengaraan pemilu tahun ini tidak jauh berbeda dengan tingkat kepercayaan publik pada pemilu-pemilu sebelumnya. Menurut catatan SMRC, warga yang menilai pemilu berjalan jurdil pada 2009 sebanyak 67% dan pada 2014 sebesar 70,7%. 

Lebih jauh, Abbas mengatakan, hasil survei tersebut juga menunjukkan mayoritas rakyat menilai positif kondisi bangsa dan demokrasi Indonesia. 

"Sekitar 66% rakyat mengatakan puas dengan kualitas demokrasi di Indonesia, sementara 77% warga menyatakan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan demokratis," ujar Abbas. 

Namun demikian, survei SMRC juga menunjukkan adanya penurunan kepuasan dan kepercayaan masyarakat atas kualitas demokrasi di Indonesia seusai aksi unjuk rasa dan kerusuhan 21 dan 22 Mei. "Pada April 2019 dari 74% menjadi 66% pada Juni 2019," kata Abbas. 

Sponsored

Hasil survei SMRC menepis tudingan kubu Prabowo-Sandi yang kerap menuding Pemilu 2019 tidak transparan dan penuh kecurangan. Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) bahkan sempat menyebut Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi yang penyelenggaraannya terburuk sepanjang sejarah. 

"Kenapa pemilu itu terburuk? Karena salah satunya menggunakan IT (informasi dan teknologi) sebagai instrumen kecurangan," ujar BW kepada wartawan di sela-sela sidang pembacaan permohonan gugatan Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6) lalu.