logo alinea.id logo alinea.id

Ternyata, Sandiaga muncul saat konpers itu dipaksa

Kemunculan cawapres 02 Sandiaga Uno saat konferensi pers ketiga klaim kemenangan bersama Prabowo Subianto itu dipaksakan.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 23 Apr 2019 23:34 WIB
Ternyata, Sandiaga muncul saat konpers itu dipaksa

Kemunculan cawapres 02 Sandiaga Uno saat konferensi pers ketiga klaim kemenangan bersama Prabowo Subianto itu dipaksakan.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani menuturkan kronologi kemunculan Sandiaga Uno dalam konferensi pers pada 18 April 2019.

Muzani bersama sejumlah Sekjen DPP partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjenguk Sandi di rumahnya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/4). Bersama Muzani, tampak hadir Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Muzani menuturkan, kondisi kesehatan Sandi sempat menurun pada hari pencoblosan dan beberapa waktu setelahnya. Bahkan, Sandi harus beristirahat total pada Rabu (17/4) petang hingga malam lantaran kondisi kesehatannya mulai merosot.

Menurut dia, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto telah meminta Sandi untuk beristirahat dan ke rumah sakit sejak petang. Namun, Sandi bersikukuh memaksakan diri hingga akhirnya drop sampai Jumat (18/4).

"Kemunculan beliau tanggal 18 (April) di Kertanegara (saat konferensi pers klaim kemenangan) adalah suatu yang dipaksakan, pada saat itu sangat tidak fit," kata Muzani.

Kendati demikian, Muzani bersyukur karena saat ini kondisi kesehatan Sandi sudah mulai berangsur pulih. Untuk itu, Muzani lega dan bersyukur lantaran capres dan cawapres sudah solid, termasuk partai koalisi, serta seluruh relawan dan simpatisan.

Selain membesuk, pertemuan tertutup tersebut dilakukan guna membicarakan masalah kecurangan yang terjadi di pilpres maupun pileg di beberapa daerah.

Sponsored

Muzani mengatakan, pertemuan tersebut membicarakan mengenai adanya kecurangan yang masif di beberapa daerah yang dialami para calon anggota legislatif dari partai koalisi Prabowo-Sandi.

"Ya disinggung biasa lah tentang pileg di beberapa daerah tentang berbagai macam bentuk kecurangan secara masif dan terstruktur dan betul-betul seperti serangan mendadak. Itu dirasakan oleh semua yang nyalon di legislatif oleh semua partai politik yang ada, sehingga serangan itu seperti datang dari delapan penjuru mata angin," katanya. 

Muzani menuturkan, di dalam pertemuan tersebut, Sandiaga menginstruksikan kepada para sekjen untuk menindaklanjuti temuan kecurangan tersebut, agar tidak semakin bertambah dan merugikan caleg partai koalisi Prabowo-Sandi.

"Prinsipnya adalah rakyat yang berdaulat adalah itu intisarinya suaranya perlu dijaga sehingga kita sangat concern kepada upaya menyelamatkan kedaulatan rakyat, karena itu jangan hanya menjadi jargon tapi harus menjadi sebuah pelaksanaan dalam pelaksanaan proses pemilihan umum," urainya.

Muzani mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan dan memverifikasi bukti-bukti laporan kecurangan dari setiap relawan di daerah untuk direkapitulasi. Sebab, menurut dia tidak semua laporan memiliki data yang kuat.

"Semua data sedang kita kumpulkan untuk dilakukan klarifikasi, semua laporan kita terima tapi tidak semua laporan harus dilanjutkan karena ada laporan-laporan yang mungkin datanya tidak kuat dan sudah ada beberapa tim yang menanganinya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan BPN Prabowo-Sandi belum menentukan langkah konkret yang bakal diambil BPN dalam menyikapi kecurangan tersebut. "Karena dalam pembicaraan tadi belum sampai sedetail itu, hanya yang pasti kita akan telusuri," katanya.  

Duka lara para pencari suaka

Duka lara para pencari suaka

Jumat, 19 Jul 2019 08:00 WIB
Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB