sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tiap bulan, ada 500 hoaks yang menyerang Jokowi

Surat suara sebanyak tujuh kontainer dari China yang telah tercoblos merupakan salah satu hoaks yang menyerang Jokowi.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Sabtu, 06 Apr 2019 21:45 WIB
Tiap bulan, ada 500 hoaks yang menyerang Jokowi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Direktur Media Sosial yang juga Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengungkapkan sampai saat ini pihaknya sudah bekerja selama enam bulan untuk memerangi berita bohong atau hoaks yang banyak berseliweran menimpa pasangan calon nomor urut 01 menjelang Pemilu 2019.

Selama enam bulan itu, kata Arya, Jokowi menerima serangan setiap bulannya sebanyak 500 hoaks atau berita bohong. Demikian diungkapkan Arya Sinulingga membuka kampanye terbuka Jokowi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu, (6/4).

Beberapa contoh hoaks yang menyerang atau mendiskreditkan paslon 01, kata Arya, misalnya ketika ada informasi yang menyebutkan cawapres nomor urut 02 ditolak pedagang pasar yang merupakan pendukung paslon 01 saat berkunjung ke Labuhan Batu, Sumatera Utara. Namun, belakangan diketahui informasi itu disebut Arya hanyalah sandiwara.

Selain itu, Arya menambahkan, sempat tersiar kabar yang menyebut adanya surat suara sebanyak tujuh kontainer dari China yang telah tercoblos untuk paslon nomor urut 01. Setelah ditelusuri pihak kepolisian, informasi tersebut ternyata tidak benar.

"Sandiwara-sandiwara ini terus berlanjut. Lawan kita membuat skenario-skenario yang isinya hanyalah sandiwara," kata Arya Sinulingga.

Arya menjelaskan mengapa paslon nomor ururt 01 terus diserang hoaks menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019. Itu karena Jokowi-Ma'ruf berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, termasuk hasil survei internal menunjukkan adanya perbedaan suara dengan paslon 02 sebesar 20%.

“Karena perbedaan ini membuat kubu lawan mencoba mengganggu atau mendelegitimasi jalannya pemilu,” ujar Arya.

Sementara itu, Joko Widodo meyakini bahwa ia dan Ma'ruf Amin dapat menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dengan suara minimal 70% di Kabupaten Asahan.

Sponsored

"Perlu saya ingatkan di Kabupaten Asahan di tahun 2014 kita (Joko Widodo dan Jusuf Kalla) menang 53%, tapi kalau melihat antusias pada hari ini dari heli mendarat sampai ke gedung ini saya memperkirakan di atas 70%, kalau jalanannya saja penuh begitu tidak dapat 70 kebangetan itu," kata Jokowi.

Joko Widodo seharusnya sudah mulai berkampanye di lokasi tersebut pada pukul 10.00 WIB, tapi ia baru tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB karena padatnya massa yang menyambut. Akibatnya, perjalanan Jokowi dari lokasi helipad mendarat di Stadion Mutiara hingga ke GOR Rambate menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam.

"Insya Allah bisa 70%, yang setuju di atas 70% tunjuk jari! Minimal 70%, mau 90% boleh, 80% boleh, 85% boleh, minimal 70. Nanti tanggal 17 April sore saya telepon ke Asahan,” ucap Jokowi.

Berita Lainnya