sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tiga kartu yang akan diterbitkan Jokowi untuk tingkatkan SDM

Pada periode kedua pemerintahan Jokowi akan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul

Robi Ardianto
Robi Ardianto Senin, 25 Feb 2019 12:01 WIB
Tiga kartu yang akan diterbitkan Jokowi untuk tingkatkan SDM
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Janji calon presiden 01 untuk menerbitkan Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu pra-kerja, sebagai salah satu upaya merealiasikan rencana  pembangun sumber daya manusia (SDM).

"Dengan fondasi pembangunan infrastruktur pada periode pertama, maka pada periode kedua pemerintahan Jokowi akan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, memiliki keterampilan dan berdaya saing untuk membawa Indonesia menjadi negara maju," kata Ace melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/2).

Komitmen Jokowi dalam pembangunan SDA, menurut Ace jelas. Hal itu nampak dari arah kebijakannnya yang akan menelurkan program Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu pra-kerja.

"Kartu sembako merupakan program yang diperuntukan bagi rakyat berpenghasilan rendah agar mereka memilki keterjangkauan untuk membeli sembako dengan murah. Kami menginginkan rakyat yang berpenghasilan rendah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa harus dibebani dengan harga sembako yang tidak terjangkau," kata dia.

Jokowi ingin tetap menjamin kebutuhan dasar masyarakat betul-betul dipenuhi pemerintah. Pemerintahan Jokowi juga akan melanjutkan Program PKH dan Bantuan Pangan non-tunai.

Lalu, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, adalah program kelanjutan dari Program Kartu Indonesia Pintar yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya untuk pelajar dengan wajib belajar 9 tahun.

"Pada periode yang kedua, Pemerintahan Jokowi akan menambahkan dengan pemberian bantuan pembiayaan untuk yang melanjutkan ke bangku kuliah. Program ini jelas merupakan terobosan baru agar rakyat Indonesia dapat menyelesaikan pendidikan tingginya tanpa harus dibebani dengan biaya kuliah," ucapnya.

Hadirnya KIP Kuliah, tidak menjadi halangan bagi anak Indonesia yang cerdas dan memiliki potensi untuk maju terus dengan menyelesaikan kuliahnya hingga S1. Kebijakan tersebut untuk mendorong sumber daya manusia Indonesia unggul dan berdaya saing.

Sponsored

Selanjutnya, Jokowi akan mengeluarkan Kartu pra-kerja merupakan program nyata untuk memastikan warga negara yang belum memiliki kemampuan skill dan keterampilan di dunia kerja akan dilatih dan dibina agar SDM-nya mumpuni.

"Dengan demikian, pemerintah akan hadir memberikan kemampuan dan peluang kerja kepada mereka. Mereka akan dilatih melalui 3.000 BLK yang tersebar di seluruh Indonesia,"ujarnya.

Ketiga kartu tersebut, dinilai Ace akan semakin membuat Indonesia lebih maju dan unggul. Senab, ditopang olehbSDM yang berkarakter, cerdas, memiliki kompetensi, skill dan berdaya saing di tingkat global.

"Ini merupakan tawaran program yang lebih solutif dan jelas yang akan dilaksanakan pemerintahan Jokowi dalam lima tahun ke depan," kata Ace.

Sebelumnya calon presiden (capres) nomor urut 01 Jokowi ingin meluncurkan Kartu Pra Kerja untuk membantu para pencari kerja maupun mereka yang ingin berganti pekerjaan.

"Kartu Pra Kerja akan kita luncurkan untuk memberikan layanan pelatihan vokasi, meningkatkan atau memberikan pelatihan bagi yang belum bekerja, bagi yang sudah bekerja dan akan berganti pekerjaan," kata Jokowi sambil mengangkat contoh kartu yang akan dibagikan di Sentul International Convention Center (SICC), di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Jokowi menyampaikan hal itu dalam acara Konvensi Rakyat bertema "Optimis Indonesia Maju" yang dihadiri oleh ribuan pendukungnya.

"Pada 2019 ini kita targetkan melatih 500 ribu orang di pelatihan vokasi, tahun 2020, kami menargetkan untuk 2 juta orang pelatihan vokasi sehingga Indonesia punya sumber daya manusia berdaya saing premium sehingga bisa bersaing untuk di luar negeri," tambah Jokowi.

Jokowi pun meyakinkan pemilihnya untuk optimis bekerja karena program selanjutnya adalah meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

"Untuk memperbaiki pembangunan di seluruh pelosok tanah air, kita akan meningkatkan dana abadi pendidikan dan penelitian. Saat ini kita sudah memupuk sebesar Rp66 triliun dan akan terus kita tingkatkan sehingga mencapai Rp100 triliun dana abadi dalam waktu lima tahun ke depan," ungkap Jokowi.

Tidak ketinggalan, sebagai wujud demokratisasi teknologi dan kemajuan, Jokowi ingin mewujudkan internet gratis di seluruh tanah air.

"Kalau tidak kita akan ketinggalan jauh sekali, kita ingin agar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote akan mendapat infrakstruktur internet yang cepat untuk semua," tambah Jokowi.

Menurut Jokowi, hal itu dapat terwujud berkat beroperasinya satelit Palapa Ring di Barat dan Tengah yang sudah 100 persen dan 90 persen di wilayah Timur.

"Tahun ini juga bagian Timur akan mencapai 100%, Indonesia memiliki satelit Telkom dan baru-baru ini swasta meluncurkan satelit Nusantara Satu sehingga seluruh rakyat dan pelaku bisnis Indonesia dapat bersatu berjejaring secara global, ini akan menjadikan kesetaraan Indonesia dengan dunia, kita optimis setara," ungkap Jokowi.

Ke depan, Jokowi berjanji akan mengucurkan Rp50 triliun dana untuk penelitian dan pengembangan yang akan mendukung perguruan-perguruan tinggi agar masuk ke peringkat terbaik dunia.

"Pada 2020 akan ada alokasi Rp10 triliun, saya optimis maju, otimis setara dengan SDM premium, generasi milenial dapat berkompetisi global. Lihat saja pengalaman 4 'unicorn' Indonesia dan merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara untuk masuk ke regional dan global," tambah Jokowi Jokowi pun mengajak agar para pendukungnya dapat bersatu.

"Kita harus bersatu, saya Joko Widodo dan Pak Prof Ma'ruf Amin siap memimpin bangsa Indonesia, marilah kita bersama menyelesaikan tugas-tugas kebangsaan memajukan bangsa Indonesia, menyelesaikan Indonesia maju, semoga Allah memberikan ridho kepada kita semua," kata Jokowi. (ant)

 

Berita Lainnya