sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tim medis: Peserta aksi kawal sidang MK muntah setelah makan roti

Ketua koordinator lapangan aksi unjuk rasa sempat mengimbau para demonstran tidak menerima makanan dari orang yang tak dikenal.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 27 Jun 2019 20:45 WIB
Tim medis: Peserta aksi kawal sidang MK muntah setelah makan roti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 257388
Dirawat 58788
Meninggal 9977
Sembuh 187958

Salah satu anggota tim medis yang bertugas dalam aksi kawal sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Eva Sridiyana membenarkan adanya peserta aksi unjuk rasa yang pingsan. Namun demikian, menurut Eva, belum bisa dipastikan apakah orang itu keracunan. 

"Ya, memang tadi ada yang muntah sehabis makan roti. Kita enggak tahu penyebabnya apa. Pokonya sehabis makan roti muntah," kata Eva kepada wartawan di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6)

Menurut Eva, demonstran yang pingsan itu seorang perempuan berusia 40 tahun. Tim medis sempat memberikan infus kepada perempuan tersebut. Tak lama setelah diinfus, perempuan tersebut langsung sadarkan diri. 

Lebih lanjut, Eva mengatakan, perempuan itu sudah dirujuk ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. "Untuk lebih lanjut silakan tanya ke rumah sakit. Saya cukup pertolongan pertama," kata dia.

Pernyataan Eva dibenarkan salah satu rekannya yang enggan menyebut nama. "Tadi sekitar 11:30 WIB. Iya, betul kami evakuasi satu orang ke (RS) Budi Kemuliaan," kata dia. 

Sebelumnya, Ketua koordinator lapangan (korlap) aksi Abdullah Hemahahua mengungkapkan adanya peserta aksi unjuk rasa keracunan karena memakan makanan yang ia terima dari orang yang tidak kenal.

Abdullah pun sempat mengimbau agar peserta aksi hanya menerima makanan dari pihak panitia. "Untuk massa, saya imbau jika diberikan makanan dan minuman oleh orang tidak dikenal jangan diterima. Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini," ujar Abdullah saat berorasi dari atas mobil komando.

 

Sponsored
Berita Lainnya
×
img