logo alinea.id logo alinea.id

Tim Prabowo-Sandi bantah pembuat hoaks surat suara relawannya

Pelaku berinisial BBP yang ditangkap pihak kepolisian tak pernah terdaftar sebagai relawan dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 09 Jan 2019 18:58 WIB
Tim Prabowo-Sandi bantah pembuat hoaks surat suara relawannya

Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno angkat bicara soal terungkapnya pembuat hoaks surat suara tercoblos untuk pasangan Jokowi-Maruf. Menurut BPN pembuat hoaks itu bukan relawan Prabowo-Sandi.

Ketua Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, M Taufik, mengatakan pelaku berinisial BBP yang sebelumnya telah ditangkap pihak kepolisian tak pernah terdaftar sebagai relawan dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi. Selain di BPN, nama BBP juga tidak tercantum di Seknas.

“Enggak, enggak kenal, siapa dia, gak ada di kita daftar nama itu, BPN, Seknas juga tidak ada. Tak ada sangkut pautnya dengan relawan, semua tercatat di BPN Prabawo-Sandi,” kata M Taufik di Sekretariat Nasional Prabawo-Sandi, Mentang, Jakarta, Rabu(9/1).

Jika memang masuk dalam relawan Prabowo-Sandi, Taufik menjelaskan, seharusnya nama pelaku BBP tercantum di dalam daftar BPN dan ada surat keputusannya. Namun sebaliknya, nama pelaku BBP justru tidak tercatat dalam surat keputusan BPN Prabowo-Sandi.

“Orang itu ngakunya relawan. Bisa saja hanya ngaku-ngaku, tapi faktanya kan bukan relawan kita, relawan ada SK-nya, setiap kelompok," ujarnya.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden dari nomor urut 02, Sandiaga Uno, enggan mengomentari penangkapan pembuat hoaks surat suara tercoblos tersebut. Saat disambangi awak media, Sandiaga memilih berpaling.

Tak hanya itu, M Taufik juga membantah kabar yang menyebut pelaku BBP sebagai relawan Prabowo-Sandi sebelum dilakukan pencalonan Prabowo-Sandiaga sebagai capres dan cawapres 2019. Menurut Taufik, itu tidak masuk akal. 

“Kalau sebelum pencalonan bagaimana (deklarasinya). Aneh-aneh saja, pendeklarasian dilakukan sebelum pencalonan presiden dan wakil presiden," ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini. 

Sponsored

Lagi pula, kata M Taufik, tidak ada manfaatnya bagi tim Prabowo-Sandi menyebar berita bohong atau hoaks. 

"Buat apa kita menyebar berita hoaks," katanya. 

Sebelumnya dilaporkan pihak kepolisian berhasil menangkap BBP yang terdeteksi dari suara dalam rekaman yang tersebar. Direktur Tipidsiber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Rachmad Wibowo, menuturkan pihaknya mendeteksi suara dalam rekaman yang tersebar di beberapa platform media sosial dan aplikasi perpesanan.

Menurut Rachmad, modus operandi yang digunakan tersangka adalah melakukan perekaman terhadap suara yang isinya meyakinkan masyarakat seolah ada tujuh kontainer atau 70 juta surat suara tercoblos untuk Jokowi-Maruf. Setelah merekamnya, pelaku kemudian mengunggahnya ke media sosial.

Setelah memviralkan hoaks tersebut, tersangka menutup akun dan membuang gawai beserta kartu SIM. Pada 7 Januari 2018, akhirnya pihak kepolisian menemukan gawai dan kartu itu di Sragen, Jawa Tengah.

Rachmad mengatakan, tindakan tersangka memenuhi unsur kesengajaan dengan mempersiapkan konten, berupaya menghapus konten yang disebarkan dan meninggalkan rumah sampai ditemukan barang bukti di Sragen, Jawa Tengah. Hingga kini sudah ada empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hoaks tujuh kontainer tersebut.