sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

TKN klaim Jakarta dan Jabar milik Jokowi

Sebaliknya, paslon nomor urut 01 diprediksi kalah suara di Sumatera dan Banten.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Sabtu, 13 Apr 2019 23:39 WIB
TKN klaim Jakarta dan Jabar milik Jokowi

Usai melakukan kampanye terakhir di Jakarta pada hari ini (13/4), pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin diyakini berhasil dapat meraih suara tinggi di ibu kota. Sayang, di Sumatera dan Banten diprediksi suara untuk paslon 01 keok. 

Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak menampik suara untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih kalah di Sumatera dan Banten. TKN telah memiliki analisis, sebab suara Jokowi-Ma’ruf tipis di Sumatera. 

“Kalau Sumatera karena sebaran ideologi lama. Lalu, soal harga karet dan sawit sedangkan Banten memang sejak dulu basisnya Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua Umum TKN Abdul Kadir Karding di Hotel Sultan Jakarta pada Sabtu (13/4).

Meski suara untuk paslon 01 keok di Sumatera dan Banten, namun TKN telah memprediksi suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin akan meningkat dan menang di daerah Jakarta. Padahal ibu kota dikenal sebagai basis dukungan Prabowo-Sandiaga Uno. 

Selain Jakarta, TKN juga meyakinkan Jokowi-Ma’ruf Amin menang di daerah Jawa Barat.

"Saya kira ke depan khusus Jakarta kami akan menang. Jabar kami masih menang, Banten kalau kalah itu tipis,” ucap Karding.

Menurutnya dalam beberapa hari menjelang pencoblosan dukungan atas Jokowi-Ma’ruf Amin, juga akan bertambah dari kalangan swing voters yang sudah menentukan pilihan. Karding optimis akan banyak swing voters yang menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mengerucutnya jumlah swing voters tersebut menurut Karding dikarenakan kecintaan rakyat kepada Jokowi. Menurutnya selama masa kampanye, Jokowi berhasil meyakinkan masyarakat untuk yakin memilihnya sebagai pemimpin negara untuk kedua kalinya.

Sponsored

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jumlah undecided voters pun terbilang kecil. Hanya tinggal 5% dari jumlah pemilih, sehingga jumlah tersebut tidak akan memberikan efek yang terlalu berarti.
 

Berita Lainnya