logo alinea.id logo alinea.id

TKN ungkap kejanggalan data kecurangan kubu Prabowo

Ada banyak kejanggalan dalam data kecurangan yang dipaparkan kubu Prabowo.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 16 Mei 2019 18:32 WIB
TKN ungkap kejanggalan data kecurangan kubu Prabowo

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Maruf Amin, Arya Sinulingga menegaskan data-data kecurangan yang diungkap oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bukan data baru. Arya bahkan menyebut data-data kecurangan yang diumbar Prabowo ke publik itu penuh kejanggalan. 

"Kemarin kami perhatikan konferensi pers kawan-kawan 02 itu. Yang mereka sampaikan itu banyak data lama yang dibuka lagi. DPT (daftar pemilih tetap) ini kan sudah lama dibuka dan didiskusikan," ujar Arya dalam konferensi pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Arya pun menyoroti sejumlah data kecurangan yang dipaparkan Prabowo dan kawan-kawan di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5) lalu. Menurut dia, setidaknya ada empat poin dalam pemaparan BPN yang lucu dan inkonsisten. 

Salah satunya ialah terkait data raupan suara nasional Prabowo-Sandi yang berubah dari 62% menjadi 54,24%. Menurut Arya, perubahan data itu terkesan janggal lantaran penurunan jumlah suara yang sangat besar. Perubahan data itu menunjukkan ketidakjelasan metodologi yang dipakai BPN. 

"Kemudian pada sistem informasi dari satgas mereka ada perhitungan data yang tak sampai 100% di sejumlah TPS, tapi pasangan calon (paslon) 02 diklaim unggul di tempat itu. Kok bisa menghitung tidak sampai 100%? Apa mereka menghitungnya tidak menggunakan (Microsoft) Excel, pakai sempoa mungkin," paparnya.

Selain itu, Arya menerangkan BPN menyebut ada penggelembungan suara di Jawa Timur. Mereka membandingkan data DPT Pilkada 2018 Jawa Timur (Jatim) dengan DPT Pilpres 2019. Menurut BPN, pada Pilkada Jatim 2018 terdapat suara sah sebanyak 19,5 juta suara. Akan tetapi, pada Pilpres 2019 jumlah suara sah di Jatim mencapai 24,7 juta suara.

Menurut Arya, BPN menyebut kenaikan suara sebanyak 5,2 juta tersebut sebagai sebuah penggelembungan. Padahal, yang terjadi hanyalah kenaikan tingkat partisipasi pemilih. Pada Pilkada Jatim partisipasinya 69,55%, sedangkan pada pilpres partisipasi masyarakat 80%.

Lebih lanjut, Arya pun mengungkap logika ihwal dugaan permainan di TPS 13 Nanggerang, Sukabumi yang dipaparkan BPN. Ketika itu, BPN menyebut TPS itu TPS siluman karena ada sejumlah DPT yang memiliki tanggal lahir sama. 

Sponsored

Arya mengatakan, pihaknya memilki bukti draft scan form C1 asli yang diperoleh dari saksi TKN di TPS tersebut. Pada form C1, lanjut Arya, justru tertera pasangan Prabowo-Sandi yang unggul dengan 130 suara. Pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya meraup 47 suara. "Kemarin mereka bilang TPS tuyul. Ternyata di TPS itu yang menang Prabowo. Jadi yang tuyul siapa ini?" tanya Arya.

Berdasarkan kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan, Arya menantang BPN untuk adu data hasil pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kalau kami sih kapan saja siap. Kami kan sudah mencapai 80 juta suara kemarin. Kami kan terus buka ke wartawan data kami. Nah, kita pernah liat data C1 mereka enggak?” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan penolakan terhadap hasil penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU lantaran dianggap penuh kecurangan. Sejalan dengan penolakan itu, BPN Prabowo-Sandi mengklaim pihaknya unggul Pilpres 2019 dengan perolehan suara 54,24%. 

 

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB