logo alinea.id logo alinea.id

Yusril persoalkan manuver kubu Prabowo bacakan berkas 10 Juni

Majelis hakim MK hanya mempersilakan Tim Hukum Prabowo-Sandi membacakan berkas awal yang diajukan pada 24 Mei lalu.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 14 Jun 2019 13:25 WIB
Yusril persoalkan manuver kubu Prabowo bacakan berkas 10 Juni

Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra mengaku keberatan dengan langkah Tim Hukum Prabowo-Sandi membacakan berkas perbaikan permohonan yang dikirimkan ke Mahkamah Konstitusi pada 10 Juni 2019. Pasalnya, majelis hakim MK hanya mempersilahkan kubu Prabowo-Sandi untuk membacakan berkas tuntutan pada 24 Mei 2019.

"Ketua MK mengatakan silakan membacakan pokok-pokok bertolak dari permohonan 24 Mei. Kata-kata bertolak itu agak rancu bagi kami. Sehingga yang dibacakan oleh Pak Bambang Widjajanto dan Pak Denny itu sebagian besar merupakan hal yang baru. Jadi, pengertian 'bertolak dari' itu agak rancu," kata Yusril usai sidang pendahuluan sesi pertama di Gedung MK, Jumat(14/6).

Yusril mengaku sempat ingin menginterupsi jalannya persidangan demi menghentikan manuver kubu Prabowo. Namun, Ketua MK Anwar Usman tak memberi ruang interupsi. "Ketika kita mau intervensi, mau interupsi, dikatakan tidak ada interupsi. Nanti saja ada kesempatan untuk bicara," ujar Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu. 

Lebih jauh, ia menegaskan, bakal tetap meminta kejelasan dari hakim MK dan kubu Prabowo terkait berkas yang bakal dijadikan acuan dalam perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) itu. "Ini penting karena untuk kami memberikan tanggapan tanggal 17 nanti. Kalau seperti ini tidak jelas yang mana yang harus kami tanggapi," katanya.

Sponsored

Anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah, bersikeras akan tetap menggunakan berkas perbaikan yang diserahkan pada 10 Juni kemarin. Ia mengklaim berkas perbaikan itu diperbolehkan dijadikan acuan oleh hakim MK.

"Kita tetap menggunakan (berkas) 10 Juni itu. Kan 24 Mei itu adalah batas pendaftaran gugatan. (Pada) 10 Juni itu dibuka ruang oleh MK (untuk) silahkan perbaiki (berkasnya), kecuali MK ingin mencabut tentang ruang itu," katanya. 

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB