sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Zonasi kampanye disepakati kedua kubu 

Kedua paslon dan parpol pendukung diperbolehkan menggelar rapat umum sejak 24 Maret 2019.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 06 Mar 2019 19:58 WIB
Zonasi kampanye disepakati kedua kubu 

Tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi menyetujui pembagian zona kampanye (zonasi) yang disusun Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

"Zona ini akan menjadi zona nasional untuk rapat umum. Kalau rapat yang lain tidak mengikuti zona ini dan kami akan mengirimkan segera pemberitahuan kepada KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Pembagian zona oleh KPU dilakukan dengan cara pengambilan bola dari dalam fish bowl oleh perwakilan BPN 02 dan TKN 01. Kubu Prabowo mendapatkan zona A sedangkan kubu Jokowi-Ma'ruf mendapatkan zona B. 

Zona A terdiri dari 17 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua

Sedangkan zona B terdiri dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Barat. 

Dijelaskan Arief, kedua kubu nantinya bakal mulai berkampanye pada 24 Maret. "Setiap dua hari akan bertukar tempat, begitu seterusnya," kata Arief. 

Lebih lanjut, Arief meminta agar partai politik ikut menyosialisasikan format zonasi tersebut hingga pengurus daerah yang mereka miliki. "Bawaslu juga akan memberitahukan sampai bawah, tetapi parpol dan struktur tim TKN dan BPN perlu dikasih tahu juga yang ada di provinsi dan kabupaten/kota," kata dia.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengatakan kubunya bakal langsung berkampanye pada hari pertama. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci strategi kampanye Prabowo-Sandi. 

Sponsored

"Jadi, kalau pihak 01 menyampaikan dengan istilah perang total, kami tidak mau membalas dengan jihad total atau apa-apa," ujar politikus Partai Berkarya itu.