close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Sekitar 110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.  Istimewa
icon caption
Sekitar 110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan. Istimewa
Peristiwa
Sabtu, 03 Oktober 2026 18:54

3.069 huntap bakal dibangun di Pidie Jaya, jadi prioritas pemulihan pascabencana

Pemkab Pidie Jaya mengusulkan pembangunan rumah korban bencana yang rusak berat sebanyak 3.069 unit yang tersebar di sejumlah desa atau gampong di Kabupaten Pidie Jaya
swipe

Pemulihan hunian warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, jadi prioritas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengusulkan pembangunan 3.069 unit hunian tetap untuk rumah yang masuk dalam kategori rusak berat di sejumlah desa atau gampong, baik di lokasi semula maupun secara komunal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya Okta Handipa mengatakan rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat bencana pada akhir November 2025. Sebarannya mencakup sejumlah desa di Kabupaten Pidie Jaya.

“Pemkab Pidie Jaya mengusulkan pembangunan rumah korban bencana yang rusak berat sebanyak 3.069 unit yang tersebar di sejumlah desa atau gampong di Kabupaten Pidie Jaya,” kata Okta yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, dari total tersebut, sebanyak 2.330 unit siap dibangun di lokasi semula atau in situ. Sedangkan 739 unit lainnya dibangun secara terpusat atau komunal.

Wilayah dengan pembangunan kembali terbanyak untuk kategori rumah rusak berat di antaranya Gampong Pohroh, Gampong Rungkom, dan Gampong Blang Awe. 

Ketiga titik tersebut masuk wilayah Kecamatan Meureudu. Berikutnya, Gampong Seunong dan Gampong Lancok di Kecamatan Meurah Dua.

Hingga saat ini, pembangunan rumah rusak berat yang telah selesai mencapai lima unit. 

“Satu unit dibangun oleh BNPB dan empat unit Kadin,” tambahnya.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi sebelumnya menyebutkan pemulihan hunian menjadi prioritas utama karena berkaitan dengan kepastian tempat tinggal bagi ribuan jiwa korban bencana hidrometeorologi.

“Tidak hanya pembangunan hunian, pemulihan pascabencana juga meliputi layanan dasar serta sumber mata pencaharian korban bencana. Pemkab Pidie Jaya terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” tegas Sibral Malasyi

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan