close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Satgas PRR meninjau pemulihan konektivitas di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dok. Satgas PRR/Kudus Purnomo
icon caption
Satgas PRR meninjau pemulihan konektivitas di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dok. Satgas PRR/Kudus Purnomo
Peristiwa
Minggu, 04 Oktober 2026 18:51

BPJN Aceh kebut PSN Beutong, jalan dan tanggul ditarget rampung 27 Desember

Proyek Strategis Nasional tersebut mencakup penanganan badan jalan, pembangunan tanggul dan pengarah arus sungai, serta perawatan jembatan. Hingga Jumat (2/10/2026), progres fisik pekerjaan telah mencapai 29,3 persen.
swipe

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh mempercepat pembangunan infrastruktur di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Pekerjaan dilaksanakan dalam tiga sif setiap hari untuk mengejar target penyelesaian pada 27 Desember 2026.

Proyek Strategis Nasional tersebut mencakup penanganan badan jalan, pembangunan tanggul dan pengarah arus sungai, serta perawatan jembatan. Hingga Jumat (2/10/2026), progres fisik pekerjaan telah mencapai 29,3 persen.

Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen 2.7 Aceh Fachrun Rizaldi mengatakan penanganan badan jalan dilakukan melalui penimbunan sepanjang sekitar 400 meter. Sementara tanggul pengarah arus dibangun pada bagian hulu dan hilir sungai untuk melindungi jalan serta struktur jembatan.

“Penanganannya mencakup penimbunan badan jalan sepanjang 400 meter dan tanggul river training ke arah hulu dan hilir kurang lebih 400 meter. Untuk jembatan sifatnya perawatan, meliputi pengecatan rangka baja, penanganan expansion joint, bantalan bawah, serta pengamanan pilar dan abutment,” kata Rizaldi saat meninjau lokasi bersama Satgas PRR.

Pekerjaan tersebut didanai melalui APBN dengan nilai Rp87 miliar. Pelaksanaan telah dimulai sejak Februari 2026 dan seluruh pekerjaan harus diselesaikan sebelum berakhirnya masa kontrak.

“Pengerjaan sudah kami mulai pada Februari dan harus selesai pada Desember. Tepatnya, pada 27 Desember seluruh pekerjaan sudah harus selesai,” ujar Rizaldi.

Untuk mempercepat pengerjaan, jumlah ekskavator ditambah dari empat menjadi enam unit, sedangkan armada dump truck ditingkatkan dari lima menjadi delapan unit. BPJN Aceh juga menambah tim lapangan dari tujuh menjadi sembilan kelompok kerja.

Setiap kelompok terdiri atas tujuh pekerja yang dibagi dalam tiga sif. Sebagian pekerjaan dilanjutkan pada malam hari agar pembangunan tanggul, penanganan jalan, dan perawatan jembatan dapat berjalan secara paralel.

Percepatan proyek turut dikawal melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Dukungan daerah diperlukan untuk membantu menyelesaikan persoalan teknis dan nonteknis yang berpotensi menghambat pekerjaan.

“Mohon pemerintah daerah juga membantu percepatan karena ini Proyek Strategis Nasional dan harus selesai pada Desember. Infrastruktur ini juga diperlukan untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat,” kata Wakil Kepala Perencanaan, Pengendalian, Analisis, dan Evaluasi Satgas PRR Imran.

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan