close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Selat Hormuz. Dibuat oleh AI.
icon caption
Ilustrasi Selat Hormuz. Dibuat oleh AI.
Peristiwa
Rabu, 06 Mei 2026 09:15

Iran klaim serangan AS di Selat Hormuz tewaskan 5 warga sipil

Iran tuduh AS serang kapal sipil di Selat Hormuz, 5 tewas. AS klaim target kapal Iran, ketegangan kawasan kembali meningkat.
swipe

Iran menuduh militer Amerika Serikat menewaskan lima warga sipil dalam serangan terhadap kapal penumpang di Selat Hormuz, membantah klaim AS yang menyebut target operasi adalah kapal milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Menurut laporan media pemerintah Iran, serangan terjadi pada Senin ketika pasukan AS menghantam dua kapal kecil yang membawa penumpang dari Khasab, Oman menuju Iran. Insiden ini disebut sebagai hasil investigasi setelah AS mengklaim telah menyerang kapal IRGC.

Iran menegaskan bahwa tidak ada kapal IRGC yang menjadi sasaran dalam insiden tersebut. Pihak militer Iran justru menuding Amerika Serikat melakukan serangan terhadap kapal sipil di perairan kawasan.

“AS menyerang dua kapal kecil yang membawa penumpang dalam perjalanan dari Khasab di pesisir Oman menuju pantai Iran pada Senin,” ujar seorang komandan militer Iran yang dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa (5/5).

Ia juga menambahkan, lima penumpang sipil tewas dan AS harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan ini.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM), yang sebelumnya mengatakan menenggelamkan enam kapal IRGC yang mencoba mengganggu misi pengawalan kapal di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut jumlahnya mencapai tujuh kapal.

Operasi militer AS yang dinamai “Project Freedom” disebut mengguncang gencatan senjata rapuh antara Iran dan AS yang tercapai pada 8 April, sekaligus memicu kekhawatiran konflik kembali meluas.

Ketegangan meningkat seiring upaya AS membuka kembali jalur Selat Hormuz, yang sebelumnya diblokade Iran setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Jalur ini sangat strategis karena dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dan pupuk global.

Iran kini bersikeras mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz dan bahkan berencana mengenakan biaya transit sebagai bentuk kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel.

Situasi semakin memanas setelah Iran memperingatkan kapal komersial agar tidak melintasi selat tanpa izin. Militer Iran juga mengancam akan menyerang pasukan AS jika memasuki wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai insiden terbaru menunjukkan bahwa konflik tidak bisa diselesaikan secara militer. Ia menyebut perundingan damai dengan AS melalui mediasi Pakistan masih berlangsung. Abbas juga memperingatkan AS agar tidak kembali terjebak dalam konflik berkepanjangan.

“Pastikan jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras. Ia mengatakan Iran akan dihancurkan dari muka bumi jika menyerang kapal AS yang menjalankan operasi tersebut.

“Kami memiliki senjata dan amunisi dengan kualitas jauh lebih tinggi dari sebelumnya… dan kami akan menggunakannya jika diperlukan,” kata Trump.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan