Kehidupan jutaan warga di Kota Taiz, Yaman, kian memprihatinkan akibat pengepungan yang tak kunjung selesai. Kota yang pernah menjadi pusat kebudayaan dan perdagangan penting ini kini seolah terputus dari dunia luar akibat blokade ketat dan konflik bersenjata antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah.
Pengepungan yang berlangsung selama berjam-jam hingga bertahun-tahun ini memutus rute transportasi utama, membuat akses pengiriman bahan pangan, obat-obatan, dan pasokan bahan bakar menjadi sangat terbatas dan mahal (AP News, 13/10/2026).
Sebelum perang pecah, perjalanan menuju kota-kota tetangga dapat ditempuh hanya dalam hitungan menit. Kini, warga terpaksa melewati rute melingkar di area pegunungan yang sangat berbahaya dan memakan waktu hingga berjam-jam.
Tak hanya harus beradaptasi dengan medan yang curam, warga, dan pengemudi truk logistik juga membahayakan nyawa mereka saat melintasi jalur rawan penembak jitu serta ancaman ranjau darat yang tertanam di sepanjang jalan.
Associated Press (13/10/2026) mengatakan bahwa dampak dari isolasi ini menghantam langsung sektor kesehatan dan perekonomian warga setempat. Banyak rumah sakit terpaksa beroperasi secara terbatas akibat kekurangan peralatan medis dasar dan obat-obatan yang sulit masuk.
Di sisi lain, kelangkaan barang dan tingginya biaya distribusi membuat sebagian besar warga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah angka pengangguran yang terus meningkat.