close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden AS Donald Trump berfoto di depan prajurit militer AS di Fort Bragg, North Carolina, AS, Juni 2025. /Foto Instagram @realdonaldtrump
icon caption
Presiden AS Donald Trump berfoto di depan prajurit militer AS di Fort Bragg, North Carolina, AS, Juni 2025. /Foto Instagram @realdonaldtrump
Peristiwa
Rabu, 08 Juli 2026 16:41

Trump sebut kesepakatan damai dengan Iran sudah berakhir

Trump menyatakan kesepakatan sementara AS-Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir. Washington juga mencabut lisensi penjualan minyak Iran.
swipe

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara (memorandum of understanding atau MoU) dengan Iran yang ditujukan untuk mengakhiri konflik telah berakhir. Trump juga menegaskan tidak lagi ingin melanjutkan komunikasi dengan Teheran.

Dilansir dari Reuters, Rabu (8/7), pernyataan itu disampaikan Trump menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki. Saat ditanya mengenai nasib nota kesepahaman tersebut, Trump mengatakan dirinya menganggap kesepakatan itu sudah tidak berlaku lagi.

"Bagi saya, saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka," kata Trump.

Trump juga menambahkan lontaran kritik keras terhadap pemerintah Iran.

"Mereka itu sampah. Mereka orang-orang yang sakit. Mereka dipimpin oleh orang-orang yang sakit. Bagi saya, berurusan dengan mereka hanya membuang-buang waktu," ujarnya.

Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran, yang dimediasi Pakistan, sebelumnya dirancang untuk memberikan waktu selama 60 hari bagi kedua negara merundingkan kesepakatan permanen. Namun, perundingan tidak langsung yang berlangsung di Qatar berakhir tanpa kemajuan berarti.

Di tengah mandeknya negosiasi tersebut, militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran di Selat Hormuz Pada Selasa (7/7/2026).

Pemerintah AS juga mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak mentah, petrokimia, dan produk minyak bumi hingga 21 Agustus 2026. Keputusan itu diambil setelah tiga kapal tanker dihantam proyektil di Selat Hormuz.

Departemen Keuangan AS memberikan waktu hingga 17 Juli kepada Iran untuk menghentikan seluruh transaksi yang sebelumnya diizinkan berdasarkan lisensi tersebut.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan