sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada 2 Prabowo yang bakal jadi menteri Jokowi-Amin

Partai Gerindra memastikan Jokowi-Ma'ruf Amin memberikan jatah dua menteri, yakni Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo.

Sukirno Fadli Mubarok
Sukirno | Fadli Mubarok Senin, 21 Okt 2019 17:55 WIB
Ada 2 Prabowo yang bakal jadi menteri Jokowi-Amin

Partai Gerindra memastikan Jokowi-Ma'ruf Amin memberikan jatah dua menteri, yakni Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengisyaratkan ada dua kader Partai Gerindra yang masuk dalam kabinet yang akan segera dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Prabowo setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10) sore, menjawab pertanyaan wartawan saat ditanya ada berapa kader partai yang masuk dalam kabinet Jokowi periode 2019-2024 yang disebutnya ada dua termasuk dirinya dan kemungkinan Edhy Prabowo.

"Yang dipanggil dua, jadi berapa kira-kira," kata Prabowo menjawab pertanyaan wartawan.

Antusiasme wartawan yang begitu tinggi sehingga berebut menyampaikan pertanyaan tidak direspons dengan detail oleh Prabowo yang didampingi oleh politikus Gerindra, Edhy Prabowo.

Keduanya datang ke Istana Kepresidenan secara bersamaan dan keluar pun bersamaan. Keduanya juga mengenakan kemeja putih, sebagaimana calon menteri dan calon pembantu Presiden yang dipanggil sebelumnya.

Baik Prabowo Subianto maupun Edhy Prabowo tidak banyak memberikan keterangan kepada wartawan. Keduanya memilih menyerahkan kepada Presiden.

"Nanti, nanti. Oke ya, makasih ya," ucap Prabowo saat begitu banyak wartawan yang bertanya.

Sponsored

Ia sempat mempersilakan Edhy Prabowo untuk menjawab pertanyaan, namun Edhy menolaknya. "Nanti Pak Presiden yang akan menyampaikan," ujar Edhy.

Mereka berdua langsung menuju mobil dan melambaikan tangan kepada wartawan.

Hingga saat ini, sejumlah nama telah dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara. Mereka adalah Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, dan Edhy Prabowo.

Sikap PKS

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons kemunculan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana. Kemunculan ini bertepatan dengan pemanggilan beberapa tokoh untuk bergabung dalam kabinet Jokowi jilid II.

Prabowo turut hadir ke Istana menggunakan pakaian serupa dengan beberapa tokoh sebelumnya, yakni kemeja putih. Kedatangannya juga bersamaan dengan kedatangan Wakil Ketua Umun Partai Gerindra Ehdy Prabowo. Keduanya santer dikabarkan akan mengisi pos Menteri Pertahanan dan Menteri Pertanian.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menuturkan, alangkah lebih baik Prabowo mempertimbangkan terlebih dahulu marwah dirinya jika ia benar-benar menjadi salah satu menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Hidayat mengatakan, jika hal itu benar diambil, citra Prabowo akan turun kasta karena telah menjadi pembantu presiden. 

"Beliau (Prabowo) harus mengukur dulu ya. Apakah akan menurunkan marwah beliau, kemarin jadi kompetitor, sekarang jadi pembantu," ucap Hidayat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Namun demikian, Hidayat tidak ingin cepat mengambil kesimpulan apakah Prabowo benar-benar akan mengisi pos menteri lantaran datang ke Istana. Ia enggan berasumsi karena belum ada kepastian yang jelas dan keterangan resmi dari Prabowo maupun Jokowi.

Siapa tahu, lanjut Hidayat, kedatangan Prabowo hanya merupakan kunjungan biasa. Atau mungkin Prabowo diundang untuk menjadi Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden), ataukah hanya diundang untuk bersedia memberikan masukkan kepada Jokowi ihwal nama-nama tokoh mana lagi yang memiliki kapasistas baik untuk menjadi menteri di kabinet.

"Kami belum tahu pasti apakah beliau jadi menteri, atau jadi ketua Wantimpres, atau hanya untuk dimintai masukkannya. Kita kan tidak tahu," papar Hidayat.

Pada Pilpres 2019, PKS bersama dengan Gerindra, PAN, Demokrat, dan Partai Berkarya, mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai penantang Jokowi-Ma'ruf Amin. (Ant)

Berita Lainnya