sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Adik Atut dinilai kandidat paling kuat di pilkada Serang

Beberapa nama mulai mengikuti penjaringan cabup Serang di parpol.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 27 Nov 2019 17:49 WIB
Adik Atut dinilai kandidat paling kuat di pilkada Serang

Adik Ratu Atut Chosiyah, Ratu Tatu Chasanah kembali maju di Pilkada Serang 2020. Sebagai petahana adik Atut tersebut, dinilai masih kuat dibanding bacalon bupati Serang lain. 

Akademisi dari Untirta Serang Suwaib Amirudin, mengatakan dari beberapa bakal calon yang sudah mengikuti penjaringan di partai politik (parpol), baru Tatu yang sudah pasti mendapatkan tiket maju dari parpol. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banten Tatu diprediksi akan mulus mendapat rekomendasi dari partai berlambang beringin.

"Bu Tatu sebagai petahana dan Ketua DPD Golkar (Banten) masih kuat. Di DPRD juga sudah memiliki kepastian. Kalau yang lain, belum ada perahu yang pasti," kata Suwaib saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (27/11).

Selain Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan bahkan Partai Keadilan Sosial (PKS) diprediksi akan merapat ke bacalon petahana tersebut.

"Kalau kita melihat tradisi PDIP akan ke Ibu Tatu, kemudian PAN, Demokrat dan kemungkinan PPP, termasuk PKS. Kalau dikaitkan pilpres, Gerindra, PKS dan PAN bergabung. Kan itu nasional, tapi di kancah daerah beda," katanya.

Pada Pilkada 2020, parpol cenderung memilih calon potensial dan memiliki kemampuan finansial yang tinggi karena hampir semua partai kehabisan amunisi setelah Pemilu 2019. Itulah yang menyebabkan parpol tidak berani memunculkan kader untuk maju di perhelatan pesta demokrasi 2020.

Untuk diketahui, beberapa nama mulai mengikuti penjaringan cabup Serang di parpol. Di antaranya, incumbent Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banten, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli, Ketua DPC PKB Kota Serang Wahyu Papat dan dua kader PDI Perjuangan Hendri Gunawan dan Harry Mirazdi, serta politikus Gerindra Sopwan.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang, Provinsi Banten menetapkan sebanyak 76.752 jumlah dukungan calon bupati Serang yang maju melalui jalur perseorangan di Pilkada 2020.

Sponsored

Ketua KPU Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, jumlah tersebut merupakan perhitungan 6,5% dukungan dari sebanyak 1.112.383 jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Serang.

Hal ini berdasarkan Pasal 41 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota bagi bakal pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur yang menggunakan jalur perseorangan harus mengumpulkan dukungan minimal 10% jika DPT mencapai 2 juta jiwa; 8,5%  untuk DPT antara 2-6 juta jiwa; 7,5% untuk DPT mencapai 6 juta-12 juta jiwa; 6,5% untuk DPT di atas 12 juta jiwa.

"Calon perseorangan di Kabupaten Serang itu harus memiliki dukungan KTP 76.752 yang tersebar di 50% dari jumlah kecamatan di Kabupaten Serang," kata Abidin saat dikonfirmasi langsung, Selasa (26/11).

Penyerahan syarat dukungan untuk calon Bupati Serang melalui jalur perseorangan ke KPU akan dimulai pada 9 Desember 2019 hingga Maret 2020 mendatang. Data dukungan dari masyarakat tersebut harus sesuai disesuikan dengan fotocopy KTP.

Setelah itu akan dilakukan pengecekan jumlah minimal dukungan. Jika sudah memenuhi persyaratan calon independen, maka akan dilanjutkan ke tahapan verifikasi administrasi untuk melihat kesesuaian antara surat dukungan dengan fotocopy KTP.

"Pendaftaran sampai bulan Maret, sejauh ini yang nanya calon perseorangan sudah ada namun belum ada konfirmasi yang akan menyerahkan dukungan," katanya