sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AHY: Ketidakjelasan draf final RUU Ciptaker picu hoaks

AHY tepis tudingan dalangi demo penolakan UU Ciptaker.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 13 Okt 2020 14:46 WIB
AHY: Ketidakjelasan draf final RUU Ciptaker picu hoaks
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Ketua Umum Partai Demoktrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyoroti dugaan cacat formil dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang disahkan DPR 5 Oktober lalu.

Dugaan ini muncul lantaran Draf final RUU Ciptaker muncul dalam berbagai versi halaman, yakni 1052, 905 dan 1028 halaman. Teranyar, muncul pula draf RUU Cipta Kerja setebal 812 halaman hasil perbaikan DPR.

Menurut Fraksi Partai Demokrat, jelas AHY, draf final seyogianya ditandatangani saat pengambilan keputusan tingkat I (Baleg) dan selanjutnya dibagikan kepada anggota DPR saat pengambilan keputusan tingkat II (Paripurna).

"Ternyata tidak dilakukan. Informasi ini juga dibenarkan anggota fraksi dari parpol lainnya. Tidak adanya kejelasan draf final RUU Ciptaker membuat “chaos informasi” di masyarakat. Antar Pemerintah/aparat dan masyarakat saling tuding menyebarkan hoax, padahal rujukan “kebenaran informasi” itu pun belum ada," katanya via akun media sosialnya, Selasa (13/10).

Dalam kondisi ini, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengkhawatirkan masyarakat tenggelam dalam perang informasi dan perang hoaks.

"Termasuk ada “akun bodong” yang menyerang diri saya pribadi dan Partai Demokrat hanya karena kami berbeda pendapat. Disebar hoax, bahwa saya mendalangi demo UU Ciptaker. Alhamdulillah, rakyat kita cerdas," bebernya.

Tuduhan itu, lanjut dia, dibantah oleh berbagai elemen masyarakat yang melakukan penolakan UU Ciptaker.

"Saya tegaskan, tuduhan tidak berdasar itu sangat menyakiti hati nurani rakyat, yang memang sungguh-sungguh ingin berjuang untuk kehidupannya yang lebih baik. Kita adalah negara demokrasi. Kita harus menghargai perbedaan pandangan dan pendapat," ujarnya.

Sponsored

Nahkoda muda Partai Demokrat itu menyampaikan, penolakan partainya terhadap UU Ciptaker dilakukan justru untuk menjaga negara ini agar tidak salah langkah.

"Sebagaimana penolakan Partai Demokrat terhadap RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Sikap Partai Demokrat yang mendukung UU No. 2/2020 tentang penanganan pandemi dan penyelamatan ekonomi, adalah contoh sikap kami yang tidak asal berbeda dengan pemerintah. Ada kalanya kami menolak; ada kalanya kami mendukung. Semangat kami berlandaskan pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," jelasnya.

Terhadap mereka yang turun ke jalan untuk menolak UU Ciptaker hari ini, AHY mengimbau untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib.

"Jangan terprovokasi dan jangan bertindak anarkis. Patuhi juga protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Utamakan keselamatan diri masing-masing dari bahaya pandemi Covid-19," pungkasnya.

Berita Lainnya