sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Airlangga langgar kesepakatan, alasan Bamsoet maju jadi Ketum Golkar

"Orang BS (Bambang Soesatyo) yang tadinya punya jabatan di AKD dihilangkan. Komisi ditarik, tenaga ahli juga ditarik."

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 20 Nov 2019 17:27 WIB
Airlangga langgar kesepakatan, alasan Bamsoet maju jadi Ketum Golkar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Ketua tim sukses Bambang Soesatyo atau Bamsoet, Ahmadi Noor Supit mengaku, ada kesepakatan antara Bamsoet dan Airlangga Hartarto, terkait pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Dalam beberapa kesempatan, Airlangga berkali-kali menagih komitmen Bamsoet, soal kesepakatan itu. Namun, kata Ahmadi, justru Airlangga yang melanggar kesepakatan. Atas dasar alasan tersebut, Bamsoet tetap maju mencalonkan diri sebagai ketua umum.

"Memang ada kesepakatan. Cara-cara kesepakatan itu dilanggar AH (Airlangga Hartarto)," ujar Ahmadi saat ditemui Alinea.id di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (20/11).

Menurut Ahmadi, Bamsoet awalnya sepakat tidak mencalonkan diri. Syaratnya, Airlangga mengakomodir loyalisnya di alat kelengkapan dewan (AKD) DPR. Namun, kata dia, saat AKD terbentuk, Airlangga mencopot dan memindahkan loyalis Bamsoet ke komisi-komisi yang bukan bidangnya.

"Orang BS (Bambang Soesatyo) yang tadinya punya jabatan di AKD dihilangkan. Komisi ditarik, tenaga ahli juga ditarik," katanya.

Bamsoet dipastikan maju melawan Airlangga, dalam perebutan kursi Ketum Golkar di musyawarah nasional pada awal Desember 2019. Ahmadi mengatakan, Bamsoet optimis karena didukung tiga organisasi sayap, yakni FKPPI, Soksi, dan Pemuda Pancasila. Ketiga organisasi sayap ini punya hak suara dalam pemilihan nanti.

Selain itu, Ahmadi mengungkap, dirinya sedang melobi pimpinan DPD I dan II. Dia menyebut, DPD II yang mendukung Airlangga saat rapat pimpinan nasional (rapimnas) beberapa hari lalu, semata-mata karena diarahkan Airlangga untuk mendukung dirinya.

"Saya kira itu faktanya. Tapi tentu sebagai ketua timses, saya terus melakukan pendekatan. DPD I masih menjanjikan, bahkan masih kuat komitmennya. Mereka janji, suara di bilik untuk Bamsoet," ujarnya.

Sponsored

Lebih lanjut, dalam komunikasinya dengan DPD I dan II, Ahmadi mengaku mengingatkan mereka soal masa depan Golkar.

"Hanya kami ingatkan lagi bahwa nasib Golkar lebih penting. Saya ajak DPD I dan II bahwa sejarah akan menulis, gara-gara pilih Airlangga karena sementara ini tidak mengindahkan AD/ART, kita akan dikutuk Golkar nanti," tuturnya.

Berita Lainnya